Selasa, 18 Desember 2012

Etika Islam

  1. Unsur Pokok Ajaran Islam : 
    1. Aqidah --> iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya
    2. Syariah --> apa-apa yang Allah tetapkan untuk hamba-hamba-Nya
    3. Akhlak --> Sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan segala aktivitas secara wajar dan alamiah tanpa memerlukan analisis dan pertimbangan yang mendalam yang tercermin dalam perbuatan nyata, baik atau buruk
  2. Sumber Akhlak
    1. Al-Qur'an:
     
    "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur" (QS. Al-Qalam:4).
    33:21

    "Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah" (Al-Ahzab:21)
    2. Al-Hadits:
    إنما بعثت لأتم صالح الاخلق
    "Sesungguhnya aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak mulia" (HR. Muslim).
    أكمل المؤمنين أيمانا أحسنهم خلقا وخياركم لنسائهم.
    "Sesempurna-sempurna iman seorang mukmin adalah yang paling baik budi pekertinya dan paling baik pergaulannya terhadap istrinya" (HR. Tirmidzi).
    C. Puncak Berakhlak
    1. Irsyad : Dapat membedakan antara yang haq dan batil 
    2. Taufik : Perbuatan kita sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulullah 
    3. Hidayah : Gemar melakukan yang baik dan terpuji serta menghindari yang buruk dan tercela.
D. Klasifikasi Akhlak
1. Akhlak Karimah:
a. Ash-Shabru
b. Al-Amanah
c. Al-Awfu
d. Al-Syaja'ah
e. Al-Qana'ah
f. At-Tawadlu'
g. At-Tadharru' 
h. At-Ta'awun
i. Al-Haya'u
j. Al-Ihsan 
2. Akhlak Madzmumah:
a. Al-Ananiyah
b. Al-Khiyanah
c. Al-Dhulmu
d. Al-Ghibah
e. Al-Hasadu
f. Hubbud Dunya
g. Al-Hiqdu
h. Al-Fawahisy
i. Al-Bukhlu
j. Al-Ghadhabu 
E. Akhlak Terhadap Allah
1. Beribadah dan mengabdi kepada-Nya :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku" (Adz-Dzariyat:56)
2. Berlaku Ihsan kepada-Nya:
(أن تعبد الله كأنك تراه وإنلم تكن تراه فإنه يراك (الحديث
"Hendaklah kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, dan jika kamu tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu" (Al-Hadits).
F. Akhlak Terhadap Manusia
1. Akhlak terhadap diri sendiri:
a. Memelihara kesucian hati (Asy-Syams: 9)
b. Memelihara kebersihan jasmani (At-Taubah: 108)
c. Meningkatkan frofesionalisme (Al-Mujadilah: 11)
d. Memelihara kerapian diri (Al-A'raf: 31)
2. Akhlak terhadap Seasama Muslim
a. Rendah hati, penuh hormat, tidak takabbur :
(واحفض جناحك للمؤمنين (الحجر:88
"Dan rendah hatilah kamu terhadap orang-orang yang beriman" (Al-Hijr: 88).
b. Tidak buruk sangka, tidak mencari-cari kesalahan orang lain dan tidak menggunjing (Al-Hujurat 12).
c. Mengucapkan salam, memenuhi undangan, memberi nasehat, mendoakan yang bersin, menengok yang sakit, dan mengantarkan jenazah ( HR. Muslim).
G. Akhlak terhadap Lingkungan
1. Menjaga kelestarian alam baik flora maupun fauna, dengan memelihara keseimbangan eko system yang ada (QS. Ar-Ruum: 41)
2. Memperlakukan binatang dengan baik (hadits Bukhari Muslim), tentang wanita masuk neraka karena mengurung binatang sampai mati.
H. Aktualisasi Akhlak
1. Dalam Kata : Santun, Salam, Senyum (3M)
2. Dalam Tingkah laku : Sopan, Sosial, Sigap (3M)
3. Dalam Bekerja : Selektif, Segera, Selesai (3M)
4. Dalam bergaul : Sahabat, Silaturrahmi (2M)
I. Tolok Ukur Akhlak
1. Meneladani Allah dengan segala sifat-sifat-Nya
2. Meneladani akhlak Rasulullah.

http://www.wikisyariah.com/2011/01/syariah.html 

Sabtu, 15 Desember 2012

SAATNYA MELINDUNGI PEREMPUAN dan ANAK dari HIV/AIDS


setiap tahun kita memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) dengan tema dan ragam kegiatan yang berbeda. Pada tahun 2012 ini, peringatan HAS mengambil tema “Lindungi Perempuan dan Anak dari HIV dan AIDS”, sebuah tema yang sangat pas untuk diterapkan pada saat sekarang mengingat insidensi infeksi baru HIV di Indonesia cenderung meningkat dan bukan hanya menulari kalangan pekerja seks, pengguna narkoba suntik, dan hubungan seks yang tidak aman lainnya, namun telah menulari ibu rumah tangga, bayi dalam kandungan, yang tertular melalui transmisi secara heteroseksual, jarum suntik tidak steril dan tranfusi darah yang tidak aman.

Tema ini mengandung makna sebuah ajakan kepada semua pihak untuk berperan aktif dalam meningkatkan perlindungan pada perempuan dan anak yang merupakan bagian terbesar dari jumlah kasus HIV dan AIDS. Perempuan rentan terinfeksi HIV dari pasangannya dan hal ini secaralangs ung maupun tidak langsung berdampak terhadap anak. Melalui tema ini, semua pihak juga diharapkan mampu menghapus stigma dan diskriminasi serta meningkatkan partisipasi laki‐laki dalam pemenuhan hak reproduksi perempuan. Laki-laki/suami mempunyai peran penting ikut menjaga kesehatan reproduksi dirinya dan pasangannya. Keterlibatan laki-laki dalam mendukung kesehatan reproduksi perempuan sangat besar dan mampu mengubah peran sosial yang sampai saat ini masih membatasi kesehatan reproduksi dan hak-hak reproduksi perempuan, serta pengertian lakilaki dan dukungan mereka untuk hak asasi perempuan serta kesetaraan gender.

sumber : buku PEDOMAN PELAKSANAAN HARI AIDS SEDUNIA TAHUN 2012

Jumat, 14 Desember 2012

LEMBAGA-LEMBAGA YANG MENENTANG ISLAM


Islam memiliki tujuan dan cita-cita yang mulia untuk mewujudkan kebenaran, keadilan, keberkahan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka membutuhkan keyakinan dan kemulian akhlak tetapi berbagai hal menghambat jalan menuju kebaikan Islam. Dalam Al Quran dapat diidentifikasi berbagai kelompok yang menghambat terwujudkanya cita-cita Islam antara lain: iblis, syaithan, musyrikin, Yahudi, Nasrani atau perpecahan internal ummat sendiri.

1. Massonary (Freemasonry) berdiri tahun 43 M yang menurut bahasa artinya Himpunan Tukang batu bebas. Sedang menurut istilah ialah sebuah gerakan Yahudi bawah tanah, terorisme yang sulit dilacak karena memiliki kontrol organisasi yang rapi. Tujuannya mengupayakan Yahudi untuk mendominasi dunia. Menyeru kepada atheisme, permisifisme (hilangnya rasa malu sehingga merasa bangga akan kemaksiatan yang diperbuatnya dan menceritakannya pada orang lain), dan kerusakan. Semua anggota-anggotanya terdiri dari orang-orang terkenal di dunia dan mereka melakukannya melalui apa yang disebut "Perkumpulan-perkumpulan" untuk bersatu membuat rencana dan membagi tugas.
PEMIKIRAN DAN SIFAT IDEOLOGINYA
  • Diingkarinya Allah, para Rasul, kitab, dan segala sesuatu yang ghaib. Dianggapnya bahwa itu semua adalah cerita-cerita lucu dan khurafat.
  • Aktif menjatuhkan pemerintahan yang sah dan menghapuskan peraturan-peraturan dan konstitusi nasional di berbagai negara dalam rangka menguasai negara tersebut.
  • Dihalalkannya kebebasan sex dan dipergunakannya wanita sebagai sarana untuk mendominasi dunia.
  • Aktif memfetakompli bangsa-bangsa non Yahudi untuk dipecah belah sampai muncul kelompok bangsa yang terbuang, sehingga mereka menjadi bermusuhan terus menerus.
  • Menghancurkan prinsip-prinsip moral, pola pikir dan agama, serta menyebarkan huru hara, kerusuhan, teror, dan atheisme.
  • menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan
  • Melingkari seseorang yang sedang berada dalam jebakan mereka dengan jendela-jendela kaca, agar dapat dikontrol penguasaan terhadap orang tersebut, dan menyetirnya.
  • Setiap orang yang sudah dimanfaatkan, ketika sudah tidak dibutuhkan lagi ia akan dipecat dengan berbagai cara.
  • Aktif berusaha untuk menguasai presiden-presiden dan kepala pemerintahan agar mereka bisa melindungi tujuan-tujuan mereka yang destruktif.
  • Menyebarkan bermacam-macam berita kebathilan serta kebohongan, sampai opini masyarakat menganggap bahwa berita-berita itu suatu fakta yang benar.
  • Mengundang para pemuda dan pemudi untuk ditenggelamkan dalam lumpur kenistaan.

2. Yahudi Dunmah adalah satu kelompok orang-orang Yahudi yang menonjolkan Islam dan menyembunyikan keyahudiannya untuk menipu daya ummat Islam. Mereka tinggal di wilayah Asia Kecil. Turut andil dalam menghancurkan Daulah Osmaniah dan melenyapkan Khilafah lewat kudeta yang dilakukan oleh Jamaah Persatuan dan Pengembangan. Sampai hari ini, mereka masih tetap melakukan tipu daya terhadap Islam. Mereka mempunyai kehebatan dalam bidang ekonomi, kebudayaan dan media massa. Sebab ketiga aspek tersebut merupakan sarana yang sangat penting untuk mendominasi masyarakat.
PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA
·         Diyakininya bahwa Sabatai adalah Al-Masihnya orang-orang Israel dan juru selamat Yahudi.
·         Diharamkannya kawin dengan orang Islam.
·         Dilarangnya langsung memberi hormat kepada orang lain, diserangnya hijab wanita, dan diserukannya membuka hijab, permisifisme, bercampur laki-laki dengan perempuan dalam belajar dengan target untuk merusak para pemuda.
AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDEOLOGINYA
  • 'Aqidah mereka adalah Yahudi tulen.
  • mempunyai hubungan yang erat dengan Massonisme. Dan tokoh-tokoh Dunmah adalah termasuk tokoh-tokoh Freemasonry.
  • aktif bekerja dalam program-program zionisme Internasional

3. Saksi Yehova (berdiri 1844 M) adalah sebuah organisasi Internasional yang berprinsip merahasiakan organisasi dan memunculkan ide ke permukaan, baik yang bersifat agamis ataupun politis. Muncul di Amerika Serikat pada pertengahan kedua abad ke 19. Organisasi ini mengklaim sebagai organisasi Masehi. Tapi dalam kenyataannya adalah organisasi yang terang-terangan di bawah dominasi Yahudi dan aktif atas biaya mereka. Organisasi ini lebih dikenal sejak tahun 1931 M dan secara resmi telah diakui di Amerika Serikat, sebelum kemunculannya dengan nama tersebut pada tahun 1844 M.
PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA
  • Diyakininya bahwa Yahudi adalah Tuhan bagi mereka, Isa adalah Presiden bagi Kerajaan Allah.
  • Taat buta kepada pemimpin-pemimpin mereka, dieksploitasinya nama Al Masih dan kitab suci untuk mencapai tujuan mereka, yaitu menegakkan sebuah negara agama duniawi untuk menguasai dunia, tidak mempercayai akhirat dan neraka, dan sorga itu akan berada di dalam kerajaan mereka.
  • Diyakininya sudah dekatnya masa perang pembebasan yang dipimpin oleh Yesus Kristus, sementara mereka adalah prajurit-prajuritnya yang akan menghancurkan semua penguasa yang ada di bumi.
  • Diperanginya sistem dan perundang-undangan buatan manusia dan dikumandangkannya sikap membangkang.
AKAR PEMIKIRAN DAN KEYAKINAN
  • mengadopsi keyakinan-keyakinan Yahudisme secara keseluruhan dan bekerja aktif untuk kepentingan Yahudi.
  • mempunyai hubungan yang erat dengan organisasi-organisasi Yahudi Internasional, seperti Massonisme.

4. Zionisme adalah sebuah gerakan politik ekstrim orang-orang Yahudi yang berupaya mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina. Dari negara itulah gerakan tersebut diharapkan bisa memerintah dunia seluruhnya. Zionisme berasal dari sebuah nama gunung "Zion" di al-Quds di mana gerakan ini sangat berambisi untuk membangun Haikal (candi) Sulaiman dan mendirikan sebuah kerajaan yang ibukotanya al-Quds. Gerakan Zionisme berkaitan erat dengan seorang tokoh Yahudi Austria "Theodor Herzl", yang dikategorikan sebagai pencetus pertama ide gerakan tersebut.
PEMIKIRAN-PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA
·         Zionisme mengadopsi ide dan keyakinannya dari kitab-kitab suci yang telah diselewengkan oleh tokoh-tokoh Yahudi sendiri. Pemikiran-pemikiran zionisme telah dirangkum dalam "Protokolat Para Hakim Zionist".
·         Zionisme menganggap bahwa semua orang Yahudi di Dunia adalah anggota keluarga bangsa .
·         Zionisme bertujuan agar orang-orang Yahudi mampu mendominasi dunia, sebagaimana telah dijanjikan oleh Tuhan mereka "Yahweh".
·         Diyakininya bahwa orang Yahudi adalah bangsa Istimewa yang harus menjadi Tuan yang berkuasa. Sementara bangsa-bangsa lainnya adalah budak-budak mereka.
·         Dipandangnya bahwa cara yang terbaik untuk mendominasi dunia adalah dengan mendirikan sebuah pemerintahan atas dasar kekuatan intimidasi dan kekerasan.
·         Dikumandangkannya kebebasan politik agar mendapat simpati dan dapat menguasai massa.
·         Dikatakannya bahwa masa kekuasaan agama telah berakhir. Yang berkuasa sekarang hanyalah pemilik emas saja.
·         Dikatakannya bahwa politik itu kotor dan bertentangan dengan etika. Oleh sebab itu, dalam politik harus ada tipu daya dan kesombongan. Adapun sifat-sifat terpuji dan kejujuran adalah sesuatu yang tabu
AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDEOLOGINYA
"Zionisme" itu usianya sudah sangat tua, setua usia Taurat itu sendiri. Gerakan inilah yang telah membongkar semangat nasionalisme di kalangan orang-orang Yahudi semenjak hari-harinya yang pertama. Gerakan Herzl, pada hakekatnya merupakan pembaharuan dan penataan kembali "zionisme" yang sudah kuno itu.
"Zionisme" ditegakkan berdasarkan ajaran Taurat yang telah diselewengkan dan Talmud. Tetapi ada pula sejumlah pemimpin zionisme yang termasuk dalam deretan orang-orang yang atheis. Agama Yahudi menurut mereka, hanyalah mantel untuk merealisir ambisi-ambisi politik dan ekonomi.

5. Rotary Club (Berdiri tahun 1905) adalah sebuah organisasi mantel Free Massonry yang sepenuhnya dikendalikan Yahudi Internasional.
PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA.
  • Agama tidak dijadikan standar dalam pemilihan anggota atau dalam hubungan sesama anggota.
  • Menggugurkan anggapan 'agama' memenuhi perlindungan kepada Yahudi dan memudahkan mereka merasuk ke dalam berbagai aktivitas kehidupan.
  • Orang yang berminat menjadi anggota harus menunggu undangan Club untuk bergabung dengannya sesuai dengan prinsip selektifitas. Klasifikasi keanggotaan didasarkan kepada pekerjaan pokok yang mencakup 77 macam jenis pekerjaan.
  • Club hanya memilih orang yang memiliki status sosial tinggi.
AKAR-AKAR PEMIKIRAN DAN KEYAKINANNYA
  • Untuk menjadi anggota Rotary maupun Freemassonry atau simpatisannya harus menunggu panggilan dari pengurus club.
  • Rotary dan club-club yang sejenis dengannya bekerja aktif sesuai rencana Yahudi di bawah naungan dominasi Free Masonry dan orang-orang yang berperan aktif dalam Yahudi internasional, baik secara teoritis maupun secara praktis.
  • motivasi Rotary yang sebenarnya ialah membaurkan orang-orang Yahudi dengan bangsa lain dengan mengatasnamakan kasih dan persaudaraan. Melalui jalan ini mereka mampu mengumpulkan berbagai ma'lumat yang dapat membantu mereka dalam membantu tujuan mereka yang bersifat ekonornis dan politis.

6. Ruhani baru (Berdiri di awal abad 20) adalah sebuah sekte perusak dan gerakan tendensius yang didasarkan kepada magic. Gerakan ini mengaku mampu mendatangkan ruh orang-orang yang sudah mati dengan cara-cara ilmiah. Sasarannya menumbuhkan tasykik (keragu-raguan) terhadap agama dan keyakinan serta membawa aliran agama baru dengan segala atributnya. Gerakan ini pertama kali muncul di Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Di belakangnya adalah orang-orang Yahudi. Aliran ini kemudian tersebar di dunia Arab dan Islam.
PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA
·         Mereka mengatakan dapat menghadirkan ruh, meminta do'a kepada orang-orang yang sudah meninggal untuk meminta pendapat mereka dalam persoalan ghaib dengan segala problematikanya.
·         Ruh, menurut mereka, dapat ditangkap dan menjelma serta dapat diraba.
·         Mereka berkeyakinan bahwa ruh yang diminta hadir sebagai utusan dari Tuhan kepada manusia sebagaimana Tuhan mengutus para rasul.
·         Di dalam prakteknya mereka tidak meminta syarat-syarat yang jelas, tidak dapat diulangi di depan setiap orang.
·         Mereka biasa menghadirkan ruh di kamar-kamar khusus yang remang-remang dalam cahaya kemerah-merahan.
·         Menurut mereka perantara dapat melihat segala sesuatu yang tidak tampak, mendengar sesuatu yang tidak terdengar, mampu menulis langsung (tanpa ditulis dengan tangan) dan menggunakan telepati.
·         Orang yang menghadirkan ruh ditentukan oleh mereka, baik jumlah atau jenisnya.
·         Mu'jizat para nabi, menurut keyakinan mereka, hanyalah sebuah gejala keruhanian, seperti apa yang terjadi di kamar tempat menghadirkan ruh.
·         Mereka menolak wahyu dan menganggap di dalam agama tidak  ada sesuatu yang sah untuk diikuti.
·         Slogannya : kemanusiaan, persaudaraan, kebebasan dan persamaan.
·         Segala aktivitasnya ditumpukan untuk mengguncang keyakinan beragama dan sendi-sendi moral.
·         Ruh-ruh itu, menurut mereka, berbicara langsung dengan mereka, hidup tenang dan bahagia meskipun orangnya kafir.
·         Mereka memiliki teks-teks yang menjunjung tinggi orang-orang korminis, penganut berhala, kaum Fir'aun, dan orang Indian.
·         Para kriminal dibebaskan dari dosa dengan alasan mereka terpaksa melakukannya.
·         Mereka berusaha menjamin dominasi Yahudi terhadap dunia, agar negara mereka tegak di atas reruntuhan puing-puing kerusakan secara menyeluruh.
AKAR PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA
Terbukti, ajaran ini mempunyai hubungan pribadi dan ideologis dengan Free Massonry dan Saksi Yehova. Rotary Club sangat mendukung fenomena ini dan memberikan bantuan dan melindungi sepakterjangnya. Dalam banyak hal, keyakinannya sangat dipengaruhi oleh Yahudi.

7. Sekularisme adalah sebuah gerakan yang menyeru kepada kehidupan duniawi tanpa campur tangan agama.
PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA
·         Sebagian orang sekuler ada yang sama sekali mengingkari adanya Allah. Sebagian ada yang percaya akan adanya Allah, tetapi mereka juga meyakini, bahwa tidak ada hubungan antara Allah dengan kehidupan manusia.
·         Kehidupan ini hanyalah berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan didukung oleh akal dan berbagai eksperimen.
·         Dipisahkannya agama dengan politik dan ditegakkannya kehidupan berdasarkan materi belaka
·         Berpegang pada prinsip Machiavelli dalam filsafat hukum, politik, dan moral.
·         Disebarkannya permisifisme, kekacauan akhlaq, dan dihancurkannya keutuhan keluarga yang merupakan cikal bakal pertama dalam sebuah bangunan masyarakat.
keyakinan-keyakinan sekularisme dalam masyarakat
  • Diputarbalikkannya hakekat Islam, Qur'an dan Rasulullah.
  • membesar-besarkan  Gerakan-gerakan destruktif kelompok sempalan dalam sejarah Islam dan menganggapnya sebagai gerakan reformasi.
  • Dihidupkannya peradaban-peradaban kuno.
AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDEOLOGINYA
Mula-mula gerakan ini dirancang untuk memusuhi kekuasaan yang mutlak dari gereja. Tapi dalam perkembangannya gerakan ini juga memusuhi agama-agama apapun, baik yang mendukung ilmu Pengetahuan ataupun yang memusuhinya.
Disama-ratakannya teori "Permusuhan antara ilmu di satu sisi dan agama di sisi yang lain"
Diingkarinya akherat karenanya tak ada amal perbuatan untuk akhirat.

8. International Association of Lions Club (Berdiri tahun 1915) ialah sebuah perkumpulan dari club-club yang pada lahirnya memiliki sifat kepedulian sosial. Akan tetapi perkumpulan ini termasuk salah satu organisasi-organisasi Internasional yang berafiliasi kepada gerakan Freemasonry yang dikendalikan oleh beberapa orang Yahudi dalam upaya merusak dan mendominasi dunia.
PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA
·         Menyerukan slogan "Kebebasan, Persamaan, dan Persaudaraan"
·         Menyebarkan arti kebaikan dan kerja sama antar bangsa.
·         Membangun semangat kerukunan antar pribadi-pribadi dengan cara melonggarkan dan menjauhkan ikatan-ikatan aqidah keyakinan.
·         Memperhatikan keadilan sosial.
·         Aktif menyebarkan ilmu pengetahuan dengan berbagai sarana yang memungkinkan.
·         Menolong orang-orang yang cacat, meringankan kejenuhan hidup sehari-hari dalam masyarakat.
·         Memberikan pelayanan kepada lingkungan sekitar.
·         Menyelenggarakan perlombaan-perlombaan yang bersifat hiburan.
·         Mendukung proyek-proyek perbaikan sosial.
·         Mendukung proyek-proyek PBB.
AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDEOLOGINYA
Lions Club sebenarnya berada dalam lingkaran Freemasonry yang menjadi Induknya. Oleh karena itu akarnya satu yaitu Zionisme. Lions Club secara lahiriyah menyerukan ide "Ikatan Kemanusiaan" dan menghilangkan diskriminasi antar ummat manusia. Tetapi hakekat yang sebenarnya dari organisasi ini adalah merupakan mantel Zionisme.

9. Qadiyanisme muncul tahun 1900 M, yang dibidani oleh penjajah Inggris di benua India dengan tujuan merusak dan menjatuhkan ummat Islam dari segi ajarannya sendiri, khususnya dari segi jihad, sehingga mereka tidak menghadapi penjajah dengan mengatas namakan Islam. Corong gerakan ini adalah majalah "Religion" yang diterbitkan dalam bahasa Inggris.
PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA
  • Diyakininya bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah al-Masih yang dijanjikan.
  • Seorang penganut Qadiyani berkeyakinan, bahwa Tuhannya adalah orang Inggris, sebab ia mengajaknya berbicara dengan bahasa Inggris.
  • Diyakininya bahwa Jibril As. turun kepada Ghulam Ahmad memberi wahyu dan ilham kepadanya seperti Al-Qur'an.
  • Diyakininya bahwa mereka adalah penganut agama yang baru, independent, dengan syari'at yang spesifik pula.
  • Diyakininya, bahwa "Qadiyarn" adalah seperti Madinah Al-Munawwarah dan Makkah, bahkan lebih mulia daripada kedua kota tersebut.
  • Dihalalkannya Khamar, candu, heroin dan minum-minuman keras yang memabukkan.
AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDEOLOGINYA
  • Gerakan westernisasi Sir Sayyid Ahmad Khan telah turut membidani lahirnya Qadiyanisme, akibat pemikiran-pemikiran menyeleweng yang dilontarkannya.
  • Untuk mengeksploitasi kondisi tersebut, maka Inggris membuat sebuah gerakan Qadiyanisme.
  • Qadiyanisme mempunyai hubungan yang kuat dengan Israel.
  • Mereka terpengaruh oleh agama Masehi, Yahudi, dan gerakan-gerakan kebatinan.

Kamis, 06 Desember 2012

Tujuan Hidup Manusia

Allah menciptakan alam semesta (termasuk manusia) tidaklah dengan palsu dan sia-sia (QS. As-Shad ayat 27). Segala ciptaan-Nya mengandung maksud dan manfaat. Oleh karena itu, sebagai makhluk yang paling mulia sekaligus sebagai khalifah di muka bumi, manusia harus meyadari terhadap tujuan hidupnya. Dalam konteks ini, al-Qur’an menjelaskan bahwa manusia memiliki beberapa tujuan hidup, di antaranya adalah sebagai berikut :

Menyembah Kepada Allah (Beriman)
Keberadaan manusia di muka bumi ini bukanlah ada dengan sendirinya. Manusia diciptakan oleh Allah dengan dibekali potensi dan infrastruktur yang sangat unik. Keunikan dan kesempurnaan bentuk manusia ini bukan saja dilihat dari bentuknya, akan tetapi juga dari karakter dan sifat yang dimiliki oleh manusia. Sebagai ciptaan, manusia dituntut memiliki kesadaran terhadap posisi dan kedudukan dirinya di hadapan Tuhan. Dalam konteks ini, posisi manusia di hadapan Allah adalah bagaikan “hamba” dengan “majikan” atau “abdi” dengan “raja”, yang harus menunjukkan sifat pengabdiaan dan kepatuhan.
Sebagai agama yang haq, Islam menegaskan bahwa posisi manusia di dunia ini adalah sebagai ‘abdullah (hamba Allah). Posisi ini menunjukan bahwa salah satu tujuan hidup manusia di dunia adalah untuk mengabdi atau beribadah kepada Allah. Yang dimaksud dengan mengabdi kepada Allah adalah taat dan patuh terhadap seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya dalam segala aspek kehidupan. Dalam hal ini, Allah Swt. menjelaskan dalam firman-Nya bahwa tujuan hidup manusia adalah semata-mata untuk mengabdi (beribadah) kepada-Nya (QS. Adz-Dzariyat ayat 56 dan QS. Al-Bayyinah ayat 5).
Maka beribadah sebagaimana dikemukakan di atas (mentaati segala perintah dan menjauhi larangan Allah) merupakan makna ibadah secara umum. Dalam tataran praktis, ibadah secara umum dapat diimplementasikan dalam setiap aktivitas yang diniatkan untuk menggapai keridlaan-Nya, seperti bekerja secara professional, mendidik anak, berda'wah dan lain sebagainya. Dengan demikian, misi hidup manusia untuk beribadah kepada Allah dapat diwujudkan dalam segala aktivitas yang bertujuan mencari ridla Allah (mardlotillah).
Sedangkan secara khusus, ibadah dapat dipahami sebagai ketaatan terhadap hukum syara’ yang mengatur hubungan vertical-transendental (manusia dengan Allah). Hukum syara’ ini selalu berkaitan dengan amal manusia yang diorientasikan untuk menjalankan kewajiban ‘ubudiyah manusia, seperti menunaikan ibadah shalat, menjalankan ibadah puasa, memberikan zakat, pergi haji, dan lain sebagainya.
Berdasarkan uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan hidup manusia yang pertama adalah menyembah kepada Allah. Dalam pengertian yang lebih sederhana, tujuan ini dapat disebut dengan “beriman”. Manusia memiliki keharusan menjadi individu yang beriman kepada Allah (tauhid). Beriman merupakan kebalikan dari syirik, sehingga dalam kehidupannya manusa sama sekali tidak dibenarkan menyekutukan Allah dengan segala sesuatu yang ada di muka bumi ini (Syirik).

Memanfaatkan Alam Semesta (Beramal)
Manusia adalah puncak ciptaan dan makhluk Allah yang tertinggi (QS. at-Tin ayat 4). Sebagai makhluk tertinggi, di samping menjadi hamba Allah, manusia juga dijadikan sebagai khalifah atau wakil Tuhan di muka bumi (QS. al-Isra’ ayat 70). Di samping itu, Allah juga menegaskan bahwa manusia ditumbuhkan (diciptakan) dari bumi dan selanjutnya diserahi untuk memakmurkannya (QS. Hud ayat 16 dan QS. al-An’am ayat 165). Dengan demikian, seluruh urusan kehidupan manusia dan eksistensi alam semesta di dunia ini telah diserahkan oleh Allah kepada manusia.
Perintah memakmurkan alam, berarti perintah untuk menjadikan alam semesta sebagai media mewujudkan kemaslahatan hidup manusia di muka bumi. Al-Qur’an menekankan bahwa Allah tidak pernah tak peduli dengan ciptaan-Nya. Dia telah menciptakan bumi sebanyak Dia menciptakan langit, yang kesemuanya dimaksudkan untuk menjamin kesejahteraan lahir dan batin manusia. Ia telah menciptakan segala sesuatu untuk kepentingan manusia. Bintang diciptakan untuk membantu manusia dalam pelayaran, bulan dan matahari diciptakan sebagai dasar penanggalan. Demikian juga dengan realitas kealaman yang lainnya, diciptakan adalah dengan membekal maksud untuk kemaslahatan manusia.
Untuk menjadikan realitas kealaman dapat dimanfaatkan oleh manusia, Allah telah membekalinya dengan potensi akal. Di samping itu, Allah juga telah mengajarkan kepada manusia terhadap nama-nama benda yang ada di alam semesta. Semua ini diberikan oleh Allah adalah sebagai bekal untuk menjadikan alam semesta sebagai media membentuk kehidupan yang sejahtera lahir dan batin. Dalam hal ini Allah menegaskan bahwa manusia harus mengembara di muka bumi dan menjadikan seluruh fenomena alam sebagai pelajaran untuk meraih kebahagian hidupnya (QS. Al-Ankabut ayat 20 dan QS. Al-Qashash ayat 20).
Berdasarkan uraian di atas, maka sangat jelas bahwa dalam kehidupannya manusia memiliki tujuan untuk memakmurkan alam semesta. Implementasi tujuan ini dapat diwujudkan dalam bentuk mengambil i’tibar (pelajaran), menunjukan sikap sportif dan inovatif serta selalu berbuat yang bermanfaat untuk diri dan lingkungannya. Dalam konteks hubungannya dengan alam semesta, dalam kehidupannya manusia memiliki tujuan untuk melakukan kerja perekayasaan agar segala yang ada di alam semesta ini dapat bermanfaat bagi kehidupannya. Dengan kata lain, tujuan hidup manusia yang semacam ini dapat dikatakan dengan tujuan untuk “beramal”.

Membentuk Sejarah Dan Peradaban (Berilmu)
Sebagaimana telah dikemukakan di atas, Allah menciptakan alam semesta ini dengan pasti dan tidak ada kepalsuan di dalamnya (QS. Shod ayat 27). Oleh Karena itu, alam memiliki eksistensi yang riil dan obyektif, serta berjalan mengikuti hukum-hukum yang tetap (sunnatullah). Di samping itu, sebagai ciptaan dari Dzat yang merupakan sebaik-baiknya pencipta (QS. al-Mu'minun ayat 14), alam semesta mengandung nilai kebaikan dan nilai keteraturan yang sangat harmonis. Nilai ini diciptakan oleh Allah untuk kepentingan manusia, khususnya bagi keperluan perkembangan sejarah dan peradabannya (QS. Luqman ayat 20). Oleh karena itu, salah satu tujuan hidup manusia menurut al-Qur’an di muka bumi ini adalah melakukan penyelidikan terhadap alam, agar dapat dimengerti hukum-hukum Tuhan yang berlaku di dalamnya, dan selanjutnya manusia memanfaatkan alam sesuai dengan hukum-hukumnya sendiri, demi kemajuan sejarah dan peradabannya.
Proses pemanfaatan alam semesta dalam kehidupan manusia diwujudkan dengan perbuatan dan aktivitas riil yang memiliki nilai guna. Perbuatan atau aktivitas riil yang dijalankan manusia dimuka bumi ini selanjutnya membentuk rentetan peristiwa, yang disebut dengan “sejarah”. Dunia adalah wadah bagi sejarah, di mana manusia menjadi pemilik atau rajanya. Hidup tanpa sejarah adalah kehidupan yang dialami oleh manusia setelah kematian. Karena dalam kehidupan pasca kematian manusia hanya diharuskan mempertanggungjawabkan terhadap sejarah yang telah dibuat atau dibentuk selama dalam kehidupannya di dunia. Dengan demikian, dalam kehidupannya di dunia, manusia juga memiliki tujuan untuk membentuk sejarah dan peradaban yang baik, dan selanjutnya harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Untuk dapat membentuk sejarahnya, manusia harus selalu iqra’ atau membaca alam semesta. Dengan kata lain, manusia harus menjadikan alam semesta sebagai media mengembangkan ilmu dan pengetahuannya. Oleh karena itu, tujuan manusia membentuk sejarah dan peradaban ini dapat dikatakan sebagai tujuan menjadi manusia yang “berilmu”.

Berdasarkan uraian tentang tujuan-tujuan hidup manusia di atas, dapat ditarik benang merah bahwa menurut al-Qur’an manusia setidaknya memiliki 3 tujuan dalam hidupnya. Ketiga tujuan tersebut adalah: pertama, menyembah kepada Allah (beriman). Kedua, memakmurkan alam semesta untuk kemaslahatan (beramal) dan Ketiga, membentuk sejarah dan peradabannya yang bermartabat (berilmu). Dengan kata lain, menurut al-Qur’an, tugas atau tujuan pokok hidup manusia di muka bumi ini sebenarnya sangatlah sederhana, yakni menjadi manusia yang “beriman”, “beramal”, dan “berilmu”. Keterpaduan ketiga tujuan hidup manusia inilah yang menjadikan manusia memiliki eksistensi dan kedudukan yang berbeda dari makhluk Allah lainnya.

Oleh : Mukhtar Salim, M.Ag
Direktur LKIM Pondok Pesantren Ali Ma'sum, Krapyak

Ketika Kenyataan Tidak Sesuai Harapan


Kehidupan selalu mengalir seperti sungai di antara 2 tepian. Alirannya mengalir begitu deras melewati bebatuan terjal dan air terjun yang bergelora. Lalu sang sungai perlahan-lahan melebar dan meluas, hingga tepiannya semakin menjauh serta air yang mengalir lebih tenang dan akhirnya menuju ke lautan yang luas.
Itulah perjalanan hidup kita. Rangkaian kegagalan dan kesuksesan, penderitaan dan kebahagiaan. Semuanya selalu mengalir beriringan dan merupakan rangkaian peristiwa dalam setiap episode kehidupan yang terus mengalir, sampai akhirnya bertemu dengan muara kehidupan (menghadap Allah).
Hope atau harapan adalah perasaan ketika kita benar-benar menginginkan sesuatu terjadi. Menurut Roslina Verauli, M.Psi, harapan itu seperti membangun cita-cita ke depan. Harapan adalah pandangan ideal setiap orang. Harapan itu sangat penting karena membantu kita untuk mencapai cita-cita yang lebih besar lagi. Ketika kita sudah berusaha, kita akan mendapatkan hasilnya. Hasil itulah yang disebut kenyataan.
Dalam menempuh perjalanan hidup, manusia tidak akan pernah luput dari kemenangan dan kekalahan. Kebahagiaan dan kesedihan. Semuanya silih berganti bagaikan roda kehidupan yang selalu berputar, kadang berada di atas dan kadang di bawah. Namun jika kita menjalani hidup ini dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan penuh rasa syukur, maka kita tidak akan pernah mengalami SAAT DI BAWAH, karena kita akan tetap merasa senang dan nyaman di manapun posisi kita berada.
Jalanilah hidup ini seperti air yang terus mengalir melewati bebatuan yang terjal dan mengarungi air terjun yang bergelora. Tidak selamanya kemenangan itu indah dan tidak selamanya pula kekalahan itu menyedihkan. Saat kita menang, namun kemenangan itu justru membawa kita pada kesombongan. Maka sesungguhnya kita berada dalam KEKALAHAN YANG LUAR BIASA. Begitu pula sebaliknya, saat kita sedang kalah namun kita mempunyai semangat yang tinggi untuk bangkit, maka pada saat itu pula kita telah menjadi PEMENANG YANG SEBENARNYA.
Banyak hal yang kelihatan begitu indah dan semuanya telah kita rencanakan. Namun kadang rencana itu sama sekali tidak ada yang terwujud karena Allah tahu bahwa itu bukanlah yang terbaik untuk kita. Kemudian Dia mengganti rencana kita dengan rencanaNya yang jauh lebih sempurna. Allah pun berfirman: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al Baqarah: 216).
Ketika kenyataan yang kita dapat belum sesuai dengan harapan, janganlah bersedih dan larut dalam keterpurukan. Ada hal-hal yang bisa kita lakukan sebagai proses evaluasi.
1. Have we done our best?
Tidak pernah berhenti untuk bertanya pada diri sendiri. Ketika kita mau mewujudkan harapan kita, tanya kepada diri sendiri, apakah yang perlu disiapkan? Ketika sudah berusaha dan ternyata kenyataan tidak sesuai harapan, lagi-lagi, tanya ke diri sendiri, apakah usaha kita sudah maksimal?
2. Introspeksi, introspeksi, introspeksi
Tidak pernah ada orang yang berhasil tanpa pernah gagal. Cari tahu terus kekurangan yang membuat kita gagal. Jangan pernah menyerah untuk mengevaluasi diri.
3. Don't blame
Jangan pernah menyalahkan diri sendiri maupun orang lain. Jangan berfokus untuk mencari-cari kesalahan, menyesalinya tanpa mau memperbaikinya. Waktu dan energi kita bisa habis hanya untuk itu. Tidak menyalahkan diri sendiri bukan berarti tidak mengakui kesalahan diri kita. Jika kita memang salah, akuilah dan jangan menjadikan orang lain kambing hitam dari kesalahan kita.
4. Be Flexible!
Orang yang sukses adalah orang yang fleksibel. Maksudnya, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar. Orang yang fleksibel bisa mengambil pelajaran atas kegagalan-kegagalan kemarin. Mengubah pola pikir kita terhadap sesuatu itu sangat penting. Yang penting, kita masih tetap jadi diri sendiri ketika menyesuaikan tingkah laku kita dengan kondisi yang berbeda.
Adanya kegagalan dan cobaan yang menghadang bukan untuk membuat kita berpaling dariNya namun untuk lebih mendekatkan diri kita kepadaNya. Karena Allah rindu dengan doa orang-orang yang beriman. Rasulullah pun bersabda: “Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji agar Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya).” (HR. Al-Baihaqi).
Adanya rasa khawatir dan cemas bukan untuk membuat kita menjadi orang-orang yang penakut dan mudah menyerah, tapi untuk membuat kita menjadi orang- orang yang selalu SIAP dan WASPADA dengan perbuatan yang akan kita lakukan. Hidup adalah anugrah terindah. Sungguh begitu banyak waktu yang terbuang apabila kita hanya mengeluh, bersedih, dan larut dalam keterpurukan. “After a storm comes a calm”. Badai pastilah berlalu, Yakinlah bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan atau jalan keluar yang begitu dekat. Allah pun berfirman: “Sesungguhnya bersama setiap kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah : 6).
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang- orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang- orang yang beriman”. (Q.S Ali Imran: 139). “Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". (Q.S Yusuf: 87)
Oleh sebab itu, apapun yang terjadi kita harus yakin bahwa itu hanyalah salah satu sisi dari kehidupan. Dengan diimbangi sikap untuk selalu BERBENAH DIRI dan senantiasa BERUSAHA serta BERDOA, maka kita pasti akan mendapatkan yang terbaik. Segala sesuatu itu ada masanya. Ada saat di mana kita harus berusaha keras untuk ‘menanam’ dan akan tiba pula saat bagi kita untuk ‘memetik’ jerih payah yang telah kita lakukan.
Marilah kita terus berbenah dan berbenah untuk mempersembahkan apa yang TERBAIK dalam hidup ini. Dengan kemuliaan hati dan semangat pantang menyerah, di manapun, kapanpun, dan dengan siapapun. Selama Allah tetap menjadi tujuan hidup kita, maka kita pasti akan selalu berada dalam ketenangan dan kebahagiaan. Seperti doa yang sering kita panjatkan, “Bahagia Dunia Akhirat”.
Hai orang- orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang- orang yang sabar”. (Q.S Al Baqarah: 153). "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakal.” (Q.S At Taubah: 129).

sumber :
http://miftakhurriza.blogspot.com/2010/02/saat-harapan-tidak-sesuai-dengan.html
http://www.kawankumagz.com/read/ketika-kenyataan-enggak-sesuai-harapan

Tiga Venus

Cerita ini berawal dari kehidupan tiga orang wanita, yaitu Juli, Emily, dan Lies. Ketiganya hidup berdekatan atau bertetangga. Juli adalah tetangga depan rumah Emily, sedangkan Lies adalah tetangga belakang rumah Juli. Walaupun bertetangga, mereka tidak begitu dekat, hanya sekedar tahu atau sekedar menyapa saja. Ketiganya juga memiliki status dan kehidupan yang benar-benar berbeda. Juli adalah seorang ibu rumah tangga sejati yang ceria dengan tiga orang anak (Nico, Maretta, dan Marcello) yang cukup banyak menyita perhatian. Selain menjadi ibu rumah tangga, Juli juga membuka bisnis catering sebagai bisnis sampingan, tapi anak tetap prioritas utama untuknya, meskipun kadang benar-benar sangat merepotkannya. Lain Juli, lain pula dengan Emily. Emily (31) adalah seorang wanita karir yang berstatus masih lajang. Ia adalah wanita yang cukup sukses, modern, sangat sibuk setiap harinya, cukup tegas, dan sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaannya karena ia menjadi kepercayaan bosnya dalam mengurus berbagai hal dalam bisnis perhiasan. Tapi sayangnya, kesuksesan dan kemapanannya dalam berkarir malah membuatnya tidak ingin menikah dan berkomitmen dengan laki-laki. menurutnya lebih enak hidup sendiri karena bisa memutuskan segala sesuatunya tanpa campur tangan orang lain. Sedangkan Lies adalah seorang guru SMU yang berstatus janda. Lies termasuk wanita yang pendia dan terlihat selalu serius. Meskipun begitu, sebenarnya ia sangat suka anak-anak dan sangat ingin sekali mempunyai anak. Tapi trauma dengan pernikahannya di masa lalu membuatnya belum berani membuka hati untuk laki-laki. mantan suaminya banyak melakukan kekerasan padanya saat ia masih berstatus menjadi istrinya, Apalagi status janda yang disandangnya serta pandangan negatif orang terhadap statusnya itu, membuatnya semakin tertekan dan agak menutup diri terutama terhadap laki-laki.
Suatu hari, di hari yang panjang dengan berbagai aktivitas yang cukup melelahkan, mereka akhirnya bisa melepaskan lelah di tempat mereka masing-masing. Juli berada di rumah sakit, karena anaknya, Nico, sakit. Emily berada di kamarnya, setelah mengurusi pekerjaan bersama bos besarnya, Pak Richard, yang cukup cerewet. Dan Lies berada di rumahnya, setelah menjenguk siswinya yang melakukan aborsi. Sebenarnya ketiganya sama-sama merasa cukup lelah dengan kehidupan masing-masing yang dilalui setiap harinya. Malam itu ada bintang jatuh. Dan tanpa sadar, mereka mengucapkan sebuah keinginan dalam hati mereka masing-masing.
Keesokan harinya, ketika bangun dari tidur, mereka mendapati bahwa mereka berada dalam tubuh yang berbeda. Juli berada dalam tubuh Lies, Lies berada dalam tubuh Emily, dan Emily berada dalam tubuh Juli. Ternyata tubuh mereka tertukar. ketika mereka bertukar tubuh inilah, kejadian-kejadian heboh dan cerita-cerita seru tercipta.
Hari pertama mereka lalui dengan perasaan was-was dan agak cemas karena apa yang mereka lakukan benar-benar berbeda dari kebiasaan mereka sehari-hari. Tapi untuk hari-hari berikutnya mereka bertiga sepakat untuk saling membantu satu sama lain, walaupun untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan masing-masing terasa sangat susah. Emily yang terbiasa menangani berbagai tugas kantornya, terpaksa harus berusaha menjadi ibu yang baik seperti yang biasa dilakukan Juli. Emily harus sabar menghadapi ketiga anak Juli yang cukup merepotkan, mengurus suami Juli (Kevin) yang kadang-kadang cuek, dan yang paling menyebalkan adalah harus menghadapi mertua Juli yang super bawel. Emily yang terbiasa melakukan segala sesuatunya dengan bebas, salah satunya yaitu merokok, sudah tidak bisa bertingkah sembarangan seperti itu lagi karena tubuh Juli sedang mengandung dan ia harus berperan menjadi ibu yang baik untuk ketiga anak Juli. Sementara itu, Juli lebih santai dalam menghadapi pertukaran tubuh itu. Walaupun ia tidak pernah memiliki pengalaman mengajar, ia berusaha belajar untuk bisa menghadapi murid-murid Lies. Ia juga harus menangani masalah siswi Lies (Kim) yang pintar tapi hamil di luar nikah. Sedangkan Lies, agak kewalahan menangani urusan kantor yang sama sekali tidak ia mengerti sebelumnya dan harus sering bersama bos besar (Pak Richard) yang cukup cerewet. Ribet itu pasti. Nggak kebayang deh gimana heboh, seru, dan lucunya tiga wanita ini menghadapi pertukaran tubuh mereka.
Supaya lancar dalam melaksanakan perannya, mereka saling berkomunikasi, bertukar informasi mengenai diri mereka masing-masing, Mereka juga benar-benar saling membantu bila ada masalah dan berusaha memecahkannya bersama-sama. Hal itu membuat mereka semakin hari semakin dekat dan bersahabat. Mereka juga membawa perubahan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri yang sesungguhnya dan juga untuk diri mereka yang tertukar itu.
Gaya mengajar Juli sebagai Lies lebih santai, dan tidak kaku lagi. Juli sebagai Lies bisa menjadikan sosok Lies lebih ramah, peduli, dan lebih terbuka dengan orang lain. Juli mempelopori demo bersama guru-guru lainnya, agar sekolah memperhatikan, merangkul, dan bukannya menjauhi siswanya yang bermasalah. Juli bisa dengan puasnya membalas rasa sakit Lies pada mantan suami Lies (Orien) yang sempat datang dan bermaksud ingin kembali. Dan Juli bisa membuat Lies dekat dengan seorang laki-laki yang juga sama-sama guru, yaitu Moza. Sementara itu, Lies sebagai Emily, bisa menangani pekerjaannya dengan baik, walaupun tetap dibantu oleh Emily. Lies lebih bisa memahami bosnya. Dan Lies sebagai Emily juga bisa mendekatkan sosok Emiliy dengan seorang pria yang sangat dikagumi Emily, yaitu Gregory Surya. Lies yang sesungguhnya pun akhirnya bisa menerima segala sesuatunya dengan lebih baik. Apalagi Lies juga bisa membalaskan dendamnya dengan meng’hajar’ habis-habisan Orien, mantan suaminya, dengan berbagai wawancara yang cukup sulit, sewaktu Orien melamar pekerjaaan sebagai Manajer Marketing di perusahaan Emily. Kalau Emily tadinya berpikir tidak ada manfaat sama sekali dan perubahan yang berarti dengan menjadi Juli tapi ternyata, tanpa disadari, Emily lebih memahami dan merasakan peran serta jasa seorang ibu yang sesungguhnya. Emily juga menjadikan sosok Juli yang lebih tegas pada sekolah tempat anaknya dididik dan dalam menasehati anak-anaknya. Apalagi saat Emily sebagai Juli ulang tahun, ia mendapatkan surprise dari suami Juli (Kevin), Ibu mertua Juli, anak-anak, dan kehadiran Lies serta Juli sebagai sahabat. Di situ Emily merasakan cinta dan kehangatan keluarga yang sesungguhnya. Dan itu membuat pandangannya selama ini tentang pernikahan berubah.
Beberapa waktu kemudian, pada saat Emily dalam tubuh Juli akan melahirkan di rumah sakit, jiwa mereka sempat bertukar-tukar lagi. Setelah Emily, Lies sempat masuk dalam tubuh Juli. Untuk sesaat, Emily dan Lies benar-benar tahu rasanya akan melahirkan itu seperti apa. Pada akhirnya, mereka kembali ke tubuhmereka masing-masing. Pertukaran itu membuat diri mereka yang sesungguhnya menjadi lebih baik. Sikap dan pandangan hidup mereka juga berubah menjadi lebih baik lagi. Dan mereka pun bersahabat sampai seterusnya, meskipun sudah kembali ke tubuh mereka masing-masing.
Lucu, seru, dan haru. Tiga kata yang dapat mewakili dari buku ini. Itulah sebabnya buku ini terasa menarik. Walaupun tema impian ‘bertukar tubuh’ ini sering dibuat dalam sebuah cerita, tapi cerita dalam buku ini disampaikan dalam bentuk yang berbeda. Secara tidak langsung, buku ini banyak mengambil kisah yang sering terjadi dan dialami oleh masyarakat atau bahkan orang-orang di sekeliling kita terutama wanita. Mulai dari masalah pendidikan yang seharusnya sekolah bisa lebih memperhatikan dan me’rangkul’ siswanya yang bermasalah, status janda yang masih dianggap negatif di masyarakat, rasa trauma yang dialami karena kekerasan akibat perceraian, serta pandangan seseorang dalam menilai sebuah penikahan. Masalah-masalah tersebut pun bisa dilalui dan diatasi ketiga tokoh dengan cara terbaik menurut mereka. Dan karena pertukaran tubuh itulah mereka bisa bersahabat sampai seterusnya.
Kadang kita sering mengharapkan sesuatu dalam hati tapi kenyataan yang ada malah benar-benar berbeda dari yang diinginkan. Oleh karena itu, yakinlah bahwa itu hanyalah salah satu sisi dari kehidupan. Dengan diimbangi sikap untuk selalu BERBENAH DIRI dan senantiasa BERUSAHA serta BERDOA, maka kita pasti akan mendapatkan yang terbaik. Segala sesuatu itu ada masanya. Ada saat di mana kita harus berusaha keras untuk ‘menanam’, dan akan tiba pula saat bagi kita untuk ‘memetik’ jerih payah yang telah kita lakukan. jadilah orang yang fleksibel yang bisa menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar. Orang yang fleksibel bisa mengambil pelajaran atas kegagalan-kegagalan kemarin. Mengubah pola pikir kita terhadap sesuatu dan masih tetap jadi diri sendiri ketika menyesuaikan tingkah laku kita dengan kondisi yang berbeda :)