Kamis, 06 Desember 2012

Tujuan Hidup Manusia

Allah menciptakan alam semesta (termasuk manusia) tidaklah dengan palsu dan sia-sia (QS. As-Shad ayat 27). Segala ciptaan-Nya mengandung maksud dan manfaat. Oleh karena itu, sebagai makhluk yang paling mulia sekaligus sebagai khalifah di muka bumi, manusia harus meyadari terhadap tujuan hidupnya. Dalam konteks ini, al-Qur’an menjelaskan bahwa manusia memiliki beberapa tujuan hidup, di antaranya adalah sebagai berikut :

Menyembah Kepada Allah (Beriman)
Keberadaan manusia di muka bumi ini bukanlah ada dengan sendirinya. Manusia diciptakan oleh Allah dengan dibekali potensi dan infrastruktur yang sangat unik. Keunikan dan kesempurnaan bentuk manusia ini bukan saja dilihat dari bentuknya, akan tetapi juga dari karakter dan sifat yang dimiliki oleh manusia. Sebagai ciptaan, manusia dituntut memiliki kesadaran terhadap posisi dan kedudukan dirinya di hadapan Tuhan. Dalam konteks ini, posisi manusia di hadapan Allah adalah bagaikan “hamba” dengan “majikan” atau “abdi” dengan “raja”, yang harus menunjukkan sifat pengabdiaan dan kepatuhan.
Sebagai agama yang haq, Islam menegaskan bahwa posisi manusia di dunia ini adalah sebagai ‘abdullah (hamba Allah). Posisi ini menunjukan bahwa salah satu tujuan hidup manusia di dunia adalah untuk mengabdi atau beribadah kepada Allah. Yang dimaksud dengan mengabdi kepada Allah adalah taat dan patuh terhadap seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya dalam segala aspek kehidupan. Dalam hal ini, Allah Swt. menjelaskan dalam firman-Nya bahwa tujuan hidup manusia adalah semata-mata untuk mengabdi (beribadah) kepada-Nya (QS. Adz-Dzariyat ayat 56 dan QS. Al-Bayyinah ayat 5).
Maka beribadah sebagaimana dikemukakan di atas (mentaati segala perintah dan menjauhi larangan Allah) merupakan makna ibadah secara umum. Dalam tataran praktis, ibadah secara umum dapat diimplementasikan dalam setiap aktivitas yang diniatkan untuk menggapai keridlaan-Nya, seperti bekerja secara professional, mendidik anak, berda'wah dan lain sebagainya. Dengan demikian, misi hidup manusia untuk beribadah kepada Allah dapat diwujudkan dalam segala aktivitas yang bertujuan mencari ridla Allah (mardlotillah).
Sedangkan secara khusus, ibadah dapat dipahami sebagai ketaatan terhadap hukum syara’ yang mengatur hubungan vertical-transendental (manusia dengan Allah). Hukum syara’ ini selalu berkaitan dengan amal manusia yang diorientasikan untuk menjalankan kewajiban ‘ubudiyah manusia, seperti menunaikan ibadah shalat, menjalankan ibadah puasa, memberikan zakat, pergi haji, dan lain sebagainya.
Berdasarkan uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan hidup manusia yang pertama adalah menyembah kepada Allah. Dalam pengertian yang lebih sederhana, tujuan ini dapat disebut dengan “beriman”. Manusia memiliki keharusan menjadi individu yang beriman kepada Allah (tauhid). Beriman merupakan kebalikan dari syirik, sehingga dalam kehidupannya manusa sama sekali tidak dibenarkan menyekutukan Allah dengan segala sesuatu yang ada di muka bumi ini (Syirik).

Memanfaatkan Alam Semesta (Beramal)
Manusia adalah puncak ciptaan dan makhluk Allah yang tertinggi (QS. at-Tin ayat 4). Sebagai makhluk tertinggi, di samping menjadi hamba Allah, manusia juga dijadikan sebagai khalifah atau wakil Tuhan di muka bumi (QS. al-Isra’ ayat 70). Di samping itu, Allah juga menegaskan bahwa manusia ditumbuhkan (diciptakan) dari bumi dan selanjutnya diserahi untuk memakmurkannya (QS. Hud ayat 16 dan QS. al-An’am ayat 165). Dengan demikian, seluruh urusan kehidupan manusia dan eksistensi alam semesta di dunia ini telah diserahkan oleh Allah kepada manusia.
Perintah memakmurkan alam, berarti perintah untuk menjadikan alam semesta sebagai media mewujudkan kemaslahatan hidup manusia di muka bumi. Al-Qur’an menekankan bahwa Allah tidak pernah tak peduli dengan ciptaan-Nya. Dia telah menciptakan bumi sebanyak Dia menciptakan langit, yang kesemuanya dimaksudkan untuk menjamin kesejahteraan lahir dan batin manusia. Ia telah menciptakan segala sesuatu untuk kepentingan manusia. Bintang diciptakan untuk membantu manusia dalam pelayaran, bulan dan matahari diciptakan sebagai dasar penanggalan. Demikian juga dengan realitas kealaman yang lainnya, diciptakan adalah dengan membekal maksud untuk kemaslahatan manusia.
Untuk menjadikan realitas kealaman dapat dimanfaatkan oleh manusia, Allah telah membekalinya dengan potensi akal. Di samping itu, Allah juga telah mengajarkan kepada manusia terhadap nama-nama benda yang ada di alam semesta. Semua ini diberikan oleh Allah adalah sebagai bekal untuk menjadikan alam semesta sebagai media membentuk kehidupan yang sejahtera lahir dan batin. Dalam hal ini Allah menegaskan bahwa manusia harus mengembara di muka bumi dan menjadikan seluruh fenomena alam sebagai pelajaran untuk meraih kebahagian hidupnya (QS. Al-Ankabut ayat 20 dan QS. Al-Qashash ayat 20).
Berdasarkan uraian di atas, maka sangat jelas bahwa dalam kehidupannya manusia memiliki tujuan untuk memakmurkan alam semesta. Implementasi tujuan ini dapat diwujudkan dalam bentuk mengambil i’tibar (pelajaran), menunjukan sikap sportif dan inovatif serta selalu berbuat yang bermanfaat untuk diri dan lingkungannya. Dalam konteks hubungannya dengan alam semesta, dalam kehidupannya manusia memiliki tujuan untuk melakukan kerja perekayasaan agar segala yang ada di alam semesta ini dapat bermanfaat bagi kehidupannya. Dengan kata lain, tujuan hidup manusia yang semacam ini dapat dikatakan dengan tujuan untuk “beramal”.

Membentuk Sejarah Dan Peradaban (Berilmu)
Sebagaimana telah dikemukakan di atas, Allah menciptakan alam semesta ini dengan pasti dan tidak ada kepalsuan di dalamnya (QS. Shod ayat 27). Oleh Karena itu, alam memiliki eksistensi yang riil dan obyektif, serta berjalan mengikuti hukum-hukum yang tetap (sunnatullah). Di samping itu, sebagai ciptaan dari Dzat yang merupakan sebaik-baiknya pencipta (QS. al-Mu'minun ayat 14), alam semesta mengandung nilai kebaikan dan nilai keteraturan yang sangat harmonis. Nilai ini diciptakan oleh Allah untuk kepentingan manusia, khususnya bagi keperluan perkembangan sejarah dan peradabannya (QS. Luqman ayat 20). Oleh karena itu, salah satu tujuan hidup manusia menurut al-Qur’an di muka bumi ini adalah melakukan penyelidikan terhadap alam, agar dapat dimengerti hukum-hukum Tuhan yang berlaku di dalamnya, dan selanjutnya manusia memanfaatkan alam sesuai dengan hukum-hukumnya sendiri, demi kemajuan sejarah dan peradabannya.
Proses pemanfaatan alam semesta dalam kehidupan manusia diwujudkan dengan perbuatan dan aktivitas riil yang memiliki nilai guna. Perbuatan atau aktivitas riil yang dijalankan manusia dimuka bumi ini selanjutnya membentuk rentetan peristiwa, yang disebut dengan “sejarah”. Dunia adalah wadah bagi sejarah, di mana manusia menjadi pemilik atau rajanya. Hidup tanpa sejarah adalah kehidupan yang dialami oleh manusia setelah kematian. Karena dalam kehidupan pasca kematian manusia hanya diharuskan mempertanggungjawabkan terhadap sejarah yang telah dibuat atau dibentuk selama dalam kehidupannya di dunia. Dengan demikian, dalam kehidupannya di dunia, manusia juga memiliki tujuan untuk membentuk sejarah dan peradaban yang baik, dan selanjutnya harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Untuk dapat membentuk sejarahnya, manusia harus selalu iqra’ atau membaca alam semesta. Dengan kata lain, manusia harus menjadikan alam semesta sebagai media mengembangkan ilmu dan pengetahuannya. Oleh karena itu, tujuan manusia membentuk sejarah dan peradaban ini dapat dikatakan sebagai tujuan menjadi manusia yang “berilmu”.

Berdasarkan uraian tentang tujuan-tujuan hidup manusia di atas, dapat ditarik benang merah bahwa menurut al-Qur’an manusia setidaknya memiliki 3 tujuan dalam hidupnya. Ketiga tujuan tersebut adalah: pertama, menyembah kepada Allah (beriman). Kedua, memakmurkan alam semesta untuk kemaslahatan (beramal) dan Ketiga, membentuk sejarah dan peradabannya yang bermartabat (berilmu). Dengan kata lain, menurut al-Qur’an, tugas atau tujuan pokok hidup manusia di muka bumi ini sebenarnya sangatlah sederhana, yakni menjadi manusia yang “beriman”, “beramal”, dan “berilmu”. Keterpaduan ketiga tujuan hidup manusia inilah yang menjadikan manusia memiliki eksistensi dan kedudukan yang berbeda dari makhluk Allah lainnya.

Oleh : Mukhtar Salim, M.Ag
Direktur LKIM Pondok Pesantren Ali Ma'sum, Krapyak

Ketika Kenyataan Tidak Sesuai Harapan


Kehidupan selalu mengalir seperti sungai di antara 2 tepian. Alirannya mengalir begitu deras melewati bebatuan terjal dan air terjun yang bergelora. Lalu sang sungai perlahan-lahan melebar dan meluas, hingga tepiannya semakin menjauh serta air yang mengalir lebih tenang dan akhirnya menuju ke lautan yang luas.
Itulah perjalanan hidup kita. Rangkaian kegagalan dan kesuksesan, penderitaan dan kebahagiaan. Semuanya selalu mengalir beriringan dan merupakan rangkaian peristiwa dalam setiap episode kehidupan yang terus mengalir, sampai akhirnya bertemu dengan muara kehidupan (menghadap Allah).
Hope atau harapan adalah perasaan ketika kita benar-benar menginginkan sesuatu terjadi. Menurut Roslina Verauli, M.Psi, harapan itu seperti membangun cita-cita ke depan. Harapan adalah pandangan ideal setiap orang. Harapan itu sangat penting karena membantu kita untuk mencapai cita-cita yang lebih besar lagi. Ketika kita sudah berusaha, kita akan mendapatkan hasilnya. Hasil itulah yang disebut kenyataan.
Dalam menempuh perjalanan hidup, manusia tidak akan pernah luput dari kemenangan dan kekalahan. Kebahagiaan dan kesedihan. Semuanya silih berganti bagaikan roda kehidupan yang selalu berputar, kadang berada di atas dan kadang di bawah. Namun jika kita menjalani hidup ini dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan penuh rasa syukur, maka kita tidak akan pernah mengalami SAAT DI BAWAH, karena kita akan tetap merasa senang dan nyaman di manapun posisi kita berada.
Jalanilah hidup ini seperti air yang terus mengalir melewati bebatuan yang terjal dan mengarungi air terjun yang bergelora. Tidak selamanya kemenangan itu indah dan tidak selamanya pula kekalahan itu menyedihkan. Saat kita menang, namun kemenangan itu justru membawa kita pada kesombongan. Maka sesungguhnya kita berada dalam KEKALAHAN YANG LUAR BIASA. Begitu pula sebaliknya, saat kita sedang kalah namun kita mempunyai semangat yang tinggi untuk bangkit, maka pada saat itu pula kita telah menjadi PEMENANG YANG SEBENARNYA.
Banyak hal yang kelihatan begitu indah dan semuanya telah kita rencanakan. Namun kadang rencana itu sama sekali tidak ada yang terwujud karena Allah tahu bahwa itu bukanlah yang terbaik untuk kita. Kemudian Dia mengganti rencana kita dengan rencanaNya yang jauh lebih sempurna. Allah pun berfirman: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al Baqarah: 216).
Ketika kenyataan yang kita dapat belum sesuai dengan harapan, janganlah bersedih dan larut dalam keterpurukan. Ada hal-hal yang bisa kita lakukan sebagai proses evaluasi.
1. Have we done our best?
Tidak pernah berhenti untuk bertanya pada diri sendiri. Ketika kita mau mewujudkan harapan kita, tanya kepada diri sendiri, apakah yang perlu disiapkan? Ketika sudah berusaha dan ternyata kenyataan tidak sesuai harapan, lagi-lagi, tanya ke diri sendiri, apakah usaha kita sudah maksimal?
2. Introspeksi, introspeksi, introspeksi
Tidak pernah ada orang yang berhasil tanpa pernah gagal. Cari tahu terus kekurangan yang membuat kita gagal. Jangan pernah menyerah untuk mengevaluasi diri.
3. Don't blame
Jangan pernah menyalahkan diri sendiri maupun orang lain. Jangan berfokus untuk mencari-cari kesalahan, menyesalinya tanpa mau memperbaikinya. Waktu dan energi kita bisa habis hanya untuk itu. Tidak menyalahkan diri sendiri bukan berarti tidak mengakui kesalahan diri kita. Jika kita memang salah, akuilah dan jangan menjadikan orang lain kambing hitam dari kesalahan kita.
4. Be Flexible!
Orang yang sukses adalah orang yang fleksibel. Maksudnya, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar. Orang yang fleksibel bisa mengambil pelajaran atas kegagalan-kegagalan kemarin. Mengubah pola pikir kita terhadap sesuatu itu sangat penting. Yang penting, kita masih tetap jadi diri sendiri ketika menyesuaikan tingkah laku kita dengan kondisi yang berbeda.
Adanya kegagalan dan cobaan yang menghadang bukan untuk membuat kita berpaling dariNya namun untuk lebih mendekatkan diri kita kepadaNya. Karena Allah rindu dengan doa orang-orang yang beriman. Rasulullah pun bersabda: “Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji agar Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya).” (HR. Al-Baihaqi).
Adanya rasa khawatir dan cemas bukan untuk membuat kita menjadi orang-orang yang penakut dan mudah menyerah, tapi untuk membuat kita menjadi orang- orang yang selalu SIAP dan WASPADA dengan perbuatan yang akan kita lakukan. Hidup adalah anugrah terindah. Sungguh begitu banyak waktu yang terbuang apabila kita hanya mengeluh, bersedih, dan larut dalam keterpurukan. “After a storm comes a calm”. Badai pastilah berlalu, Yakinlah bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan atau jalan keluar yang begitu dekat. Allah pun berfirman: “Sesungguhnya bersama setiap kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah : 6).
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang- orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang- orang yang beriman”. (Q.S Ali Imran: 139). “Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". (Q.S Yusuf: 87)
Oleh sebab itu, apapun yang terjadi kita harus yakin bahwa itu hanyalah salah satu sisi dari kehidupan. Dengan diimbangi sikap untuk selalu BERBENAH DIRI dan senantiasa BERUSAHA serta BERDOA, maka kita pasti akan mendapatkan yang terbaik. Segala sesuatu itu ada masanya. Ada saat di mana kita harus berusaha keras untuk ‘menanam’ dan akan tiba pula saat bagi kita untuk ‘memetik’ jerih payah yang telah kita lakukan.
Marilah kita terus berbenah dan berbenah untuk mempersembahkan apa yang TERBAIK dalam hidup ini. Dengan kemuliaan hati dan semangat pantang menyerah, di manapun, kapanpun, dan dengan siapapun. Selama Allah tetap menjadi tujuan hidup kita, maka kita pasti akan selalu berada dalam ketenangan dan kebahagiaan. Seperti doa yang sering kita panjatkan, “Bahagia Dunia Akhirat”.
Hai orang- orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang- orang yang sabar”. (Q.S Al Baqarah: 153). "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakal.” (Q.S At Taubah: 129).

sumber :
http://miftakhurriza.blogspot.com/2010/02/saat-harapan-tidak-sesuai-dengan.html
http://www.kawankumagz.com/read/ketika-kenyataan-enggak-sesuai-harapan

Tiga Venus

Cerita ini berawal dari kehidupan tiga orang wanita, yaitu Juli, Emily, dan Lies. Ketiganya hidup berdekatan atau bertetangga. Juli adalah tetangga depan rumah Emily, sedangkan Lies adalah tetangga belakang rumah Juli. Walaupun bertetangga, mereka tidak begitu dekat, hanya sekedar tahu atau sekedar menyapa saja. Ketiganya juga memiliki status dan kehidupan yang benar-benar berbeda. Juli adalah seorang ibu rumah tangga sejati yang ceria dengan tiga orang anak (Nico, Maretta, dan Marcello) yang cukup banyak menyita perhatian. Selain menjadi ibu rumah tangga, Juli juga membuka bisnis catering sebagai bisnis sampingan, tapi anak tetap prioritas utama untuknya, meskipun kadang benar-benar sangat merepotkannya. Lain Juli, lain pula dengan Emily. Emily (31) adalah seorang wanita karir yang berstatus masih lajang. Ia adalah wanita yang cukup sukses, modern, sangat sibuk setiap harinya, cukup tegas, dan sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaannya karena ia menjadi kepercayaan bosnya dalam mengurus berbagai hal dalam bisnis perhiasan. Tapi sayangnya, kesuksesan dan kemapanannya dalam berkarir malah membuatnya tidak ingin menikah dan berkomitmen dengan laki-laki. menurutnya lebih enak hidup sendiri karena bisa memutuskan segala sesuatunya tanpa campur tangan orang lain. Sedangkan Lies adalah seorang guru SMU yang berstatus janda. Lies termasuk wanita yang pendia dan terlihat selalu serius. Meskipun begitu, sebenarnya ia sangat suka anak-anak dan sangat ingin sekali mempunyai anak. Tapi trauma dengan pernikahannya di masa lalu membuatnya belum berani membuka hati untuk laki-laki. mantan suaminya banyak melakukan kekerasan padanya saat ia masih berstatus menjadi istrinya, Apalagi status janda yang disandangnya serta pandangan negatif orang terhadap statusnya itu, membuatnya semakin tertekan dan agak menutup diri terutama terhadap laki-laki.
Suatu hari, di hari yang panjang dengan berbagai aktivitas yang cukup melelahkan, mereka akhirnya bisa melepaskan lelah di tempat mereka masing-masing. Juli berada di rumah sakit, karena anaknya, Nico, sakit. Emily berada di kamarnya, setelah mengurusi pekerjaan bersama bos besarnya, Pak Richard, yang cukup cerewet. Dan Lies berada di rumahnya, setelah menjenguk siswinya yang melakukan aborsi. Sebenarnya ketiganya sama-sama merasa cukup lelah dengan kehidupan masing-masing yang dilalui setiap harinya. Malam itu ada bintang jatuh. Dan tanpa sadar, mereka mengucapkan sebuah keinginan dalam hati mereka masing-masing.
Keesokan harinya, ketika bangun dari tidur, mereka mendapati bahwa mereka berada dalam tubuh yang berbeda. Juli berada dalam tubuh Lies, Lies berada dalam tubuh Emily, dan Emily berada dalam tubuh Juli. Ternyata tubuh mereka tertukar. ketika mereka bertukar tubuh inilah, kejadian-kejadian heboh dan cerita-cerita seru tercipta.
Hari pertama mereka lalui dengan perasaan was-was dan agak cemas karena apa yang mereka lakukan benar-benar berbeda dari kebiasaan mereka sehari-hari. Tapi untuk hari-hari berikutnya mereka bertiga sepakat untuk saling membantu satu sama lain, walaupun untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan masing-masing terasa sangat susah. Emily yang terbiasa menangani berbagai tugas kantornya, terpaksa harus berusaha menjadi ibu yang baik seperti yang biasa dilakukan Juli. Emily harus sabar menghadapi ketiga anak Juli yang cukup merepotkan, mengurus suami Juli (Kevin) yang kadang-kadang cuek, dan yang paling menyebalkan adalah harus menghadapi mertua Juli yang super bawel. Emily yang terbiasa melakukan segala sesuatunya dengan bebas, salah satunya yaitu merokok, sudah tidak bisa bertingkah sembarangan seperti itu lagi karena tubuh Juli sedang mengandung dan ia harus berperan menjadi ibu yang baik untuk ketiga anak Juli. Sementara itu, Juli lebih santai dalam menghadapi pertukaran tubuh itu. Walaupun ia tidak pernah memiliki pengalaman mengajar, ia berusaha belajar untuk bisa menghadapi murid-murid Lies. Ia juga harus menangani masalah siswi Lies (Kim) yang pintar tapi hamil di luar nikah. Sedangkan Lies, agak kewalahan menangani urusan kantor yang sama sekali tidak ia mengerti sebelumnya dan harus sering bersama bos besar (Pak Richard) yang cukup cerewet. Ribet itu pasti. Nggak kebayang deh gimana heboh, seru, dan lucunya tiga wanita ini menghadapi pertukaran tubuh mereka.
Supaya lancar dalam melaksanakan perannya, mereka saling berkomunikasi, bertukar informasi mengenai diri mereka masing-masing, Mereka juga benar-benar saling membantu bila ada masalah dan berusaha memecahkannya bersama-sama. Hal itu membuat mereka semakin hari semakin dekat dan bersahabat. Mereka juga membawa perubahan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri yang sesungguhnya dan juga untuk diri mereka yang tertukar itu.
Gaya mengajar Juli sebagai Lies lebih santai, dan tidak kaku lagi. Juli sebagai Lies bisa menjadikan sosok Lies lebih ramah, peduli, dan lebih terbuka dengan orang lain. Juli mempelopori demo bersama guru-guru lainnya, agar sekolah memperhatikan, merangkul, dan bukannya menjauhi siswanya yang bermasalah. Juli bisa dengan puasnya membalas rasa sakit Lies pada mantan suami Lies (Orien) yang sempat datang dan bermaksud ingin kembali. Dan Juli bisa membuat Lies dekat dengan seorang laki-laki yang juga sama-sama guru, yaitu Moza. Sementara itu, Lies sebagai Emily, bisa menangani pekerjaannya dengan baik, walaupun tetap dibantu oleh Emily. Lies lebih bisa memahami bosnya. Dan Lies sebagai Emily juga bisa mendekatkan sosok Emiliy dengan seorang pria yang sangat dikagumi Emily, yaitu Gregory Surya. Lies yang sesungguhnya pun akhirnya bisa menerima segala sesuatunya dengan lebih baik. Apalagi Lies juga bisa membalaskan dendamnya dengan meng’hajar’ habis-habisan Orien, mantan suaminya, dengan berbagai wawancara yang cukup sulit, sewaktu Orien melamar pekerjaaan sebagai Manajer Marketing di perusahaan Emily. Kalau Emily tadinya berpikir tidak ada manfaat sama sekali dan perubahan yang berarti dengan menjadi Juli tapi ternyata, tanpa disadari, Emily lebih memahami dan merasakan peran serta jasa seorang ibu yang sesungguhnya. Emily juga menjadikan sosok Juli yang lebih tegas pada sekolah tempat anaknya dididik dan dalam menasehati anak-anaknya. Apalagi saat Emily sebagai Juli ulang tahun, ia mendapatkan surprise dari suami Juli (Kevin), Ibu mertua Juli, anak-anak, dan kehadiran Lies serta Juli sebagai sahabat. Di situ Emily merasakan cinta dan kehangatan keluarga yang sesungguhnya. Dan itu membuat pandangannya selama ini tentang pernikahan berubah.
Beberapa waktu kemudian, pada saat Emily dalam tubuh Juli akan melahirkan di rumah sakit, jiwa mereka sempat bertukar-tukar lagi. Setelah Emily, Lies sempat masuk dalam tubuh Juli. Untuk sesaat, Emily dan Lies benar-benar tahu rasanya akan melahirkan itu seperti apa. Pada akhirnya, mereka kembali ke tubuhmereka masing-masing. Pertukaran itu membuat diri mereka yang sesungguhnya menjadi lebih baik. Sikap dan pandangan hidup mereka juga berubah menjadi lebih baik lagi. Dan mereka pun bersahabat sampai seterusnya, meskipun sudah kembali ke tubuh mereka masing-masing.
Lucu, seru, dan haru. Tiga kata yang dapat mewakili dari buku ini. Itulah sebabnya buku ini terasa menarik. Walaupun tema impian ‘bertukar tubuh’ ini sering dibuat dalam sebuah cerita, tapi cerita dalam buku ini disampaikan dalam bentuk yang berbeda. Secara tidak langsung, buku ini banyak mengambil kisah yang sering terjadi dan dialami oleh masyarakat atau bahkan orang-orang di sekeliling kita terutama wanita. Mulai dari masalah pendidikan yang seharusnya sekolah bisa lebih memperhatikan dan me’rangkul’ siswanya yang bermasalah, status janda yang masih dianggap negatif di masyarakat, rasa trauma yang dialami karena kekerasan akibat perceraian, serta pandangan seseorang dalam menilai sebuah penikahan. Masalah-masalah tersebut pun bisa dilalui dan diatasi ketiga tokoh dengan cara terbaik menurut mereka. Dan karena pertukaran tubuh itulah mereka bisa bersahabat sampai seterusnya.
Kadang kita sering mengharapkan sesuatu dalam hati tapi kenyataan yang ada malah benar-benar berbeda dari yang diinginkan. Oleh karena itu, yakinlah bahwa itu hanyalah salah satu sisi dari kehidupan. Dengan diimbangi sikap untuk selalu BERBENAH DIRI dan senantiasa BERUSAHA serta BERDOA, maka kita pasti akan mendapatkan yang terbaik. Segala sesuatu itu ada masanya. Ada saat di mana kita harus berusaha keras untuk ‘menanam’, dan akan tiba pula saat bagi kita untuk ‘memetik’ jerih payah yang telah kita lakukan. jadilah orang yang fleksibel yang bisa menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar. Orang yang fleksibel bisa mengambil pelajaran atas kegagalan-kegagalan kemarin. Mengubah pola pikir kita terhadap sesuatu dan masih tetap jadi diri sendiri ketika menyesuaikan tingkah laku kita dengan kondisi yang berbeda :)

Kamis, 22 November 2012

konversi gambar ke dalam kode komputer


masing-masing program komputer menangani data dengan cara yang berbeda. Setiap kali salah satu dari variabel ini berubah, data harus dikonversi dalam beberapa cara sebelum dapat digunakan oleh komputer yang berbeda, sistem operasi atau program. Bahkan versi yang berbeda dari biasanya melibatkan unsur-unsur yang berbeda struktur data.
Data konversi dapat terjadi secara langsung dari satu format ke yang lain, tetapi banyak aplikasi yang mengkonversi antara beberapa format menggunakan pengkodean penting dengan cara yang sumber format diubah menjadi target.
Program konversi tidak mengkonversikan gambar gambar PCX untuk PNG secara langsung, melainkan ketika loading gambar PCX, itu decodes menjadi format bitmap sederhana untuk digunakan internal di memori, dan ketika diperintahkan untuk mengkonversi ke PNG, bahwa memori gambar dikonversi menjadi format target.

Rabu, 24 Oktober 2012

What’s EA?


Jika sistem informasi dan sistem komunikasi pada sebuah organisasi dibangun tidak berdasarkan desain atau rancangan yang jelas pada awal pembangunannya, maka penambahan satu fungsi atau satu sub-sistem pada sistem yang sudah berjalan, akan merusak keharmonisan dari sistem tersebut.
Upaya untuk menghindari terjadinya gangguan pada keharmonisan sistem, pada saat pengembangan sistem tersebut, adalah dengan melakukan perencanaan dari sistem tersebut secara jelas sebelum sistem tersebut dibangun. Perencanaan sistem secara menyeluruh (melingkupi seluruh aspek dalam organisasi) inilah yang dikenal dengan istilah Enterprise Architecture.
Enterprise Architecture menyediakan gambaran yang jelas dan komprehensif mengenai sebuah organisasi – misi, visi, fungsi, tujuan dan sistem-sistem yang mendukung terlaksananya fungsi organisasi. Konsep tentang arsitektur yang menggambarkan sebuah enterprise pertama kali muncul pada pertengahan 1980-an. Sejak saat itu enterprise architecture terus dikembangkan dan disempurnakan oleh berbagai institusi penelitian dan pengembangan.

Architecture

Kata architecture umumnya terkait dengan rancangan sebuah bangunan atau gedung. Ketika kita akan membangun sebuah rumah, kita terlebih dahulu membuat gambar arsitekturnya. Kemudian baru kita melakukan pembangunan dengan berpedoman pada gambar arsitektur tersebut. Konsep pemikiran yang serupa dapat diaplikasikan untuk membangun sistem informasi dan komunikasi dalam sebuah organisasi.
Enterprise architecture merupakan rancang bangun yang sangat penting, karena enterprise architecture bukan saja berkaitan dengan sistem informasi atau komunikasi, tetapi melingkupi seluruh aspek pada organisasi. Oleh karenanya, enterprise architecture bukan milik dan tanggung jawab satu bagian, melainkan milik dan tanggung jawab organisasi secara keseluruhan.
Arsitektur enterprise merupakan satu set spesifikasi model bisnis dan TI yang merefleksikan integrasi enterprise dan kebutuhan standarisasi. Arsitektur enterprise mendefinisikan konteks integrasi bisnis data, informasi, aplikasi, proses, organisasi, teknologi, dan menyelaraskan sumber daya enterprise dengan tujuan enterprise. Arsitektur enterprise meliputi arsitektur bisnis dan arsitektur sistem informasi.
Arsitektur enterprise menyediakan pendekatan sistematis untuk mengelola aset sistem dan informasi serta mengarahkan kebutuhan strategis bisnis. Arsitektur enterprise mendukung pengambilan keputusan strategis dengan membantu mengelola perubahan, menelusuri dampak perubahan organisasi dan bisnis terhadap sistem. Arsitektur enterprise memungkinkan evolusi untuk digunakan dalam mencapai tujuan perusahaan dan dampaknya terhadap fungsi dan proses bisnis.

Enterprise

Enterprise adalah sebuah organisasi besar yang memiliki banyak bagian-bagian (satuan kerja) untuk menjalankan fungsi organisasi. Selanjutnya, antar bagian-bagian tersebut terjadi pertukaran informasi – apakah dalam bentuk laporan tertulis, komunikasi suara, atau bentuk-bentuk lain.

Enterprise Architecture

Sama halnya dengan arsitektur rumah, hasil dari enterprise architecture juga terdiri dari dokumen- dokumen seperti gambar-gambar, diagram, dokumen tekstual, standar-standar atau model. Keseluruhan dokumen tersebut menjelaskan seperti apa sistem informasi dan komunikasi yang diperlukan oleh organisasi.
Selanjutnya, pada saat akan mengembangkan sistem informasi atau komunikasi, enterprise architecture itu dijadikan acuan/pedoman; misalnya untuk memilih alat tertentu, menentukan kemampuan software komputer, dan seterusnya. 

sumber:
kal@ittelkom.ac.id. Enterprise Architecture
Yunis, Roni. Surendro, Kridanto. Panjaitan, Erwin S. Pengembangan Model Arsitektur Enterprise untuk Perguruan Tinggi


togaf


TOGAF (The Open Group Architecture Framework) muncul dengan cepat dan merupakan kerangka kerja serta metode yang dapat diterima secara luas dalam pengembangan arsitektur perusahaan. Berawal dari Technical Architecture for Information Management atau (TAFIM) di Departemen Pertahanan Amerika Serikat, kerangka kerja itu diadopsi oleh Open Group pada pertengahan 1990an. Spesifikasi pertama TOGAF diperkenalkan pada tahun 1995, dan TOGAF 8 (Enterprise Edition) dirilis pada awal 2004. Pada saat ini sudah ada TOGAF 9 yang secara keseluruhan melengkapi versi sebelumnya.
TOGAF memberikan metode yang detil tentang bagaimana membangun dan mengelola serta mengimplementasikan arsitektur enterprise dan sistem informasi yang disebut dengan ADM (Architecture Development Method).

Tujuan dari arsitektur enterprise adalah untuk mengoptimalkan seluruh perusahaan ke lingkungan terpadu yang tanggap terhadap perubahan dan mendukung strategi bisnis. Arsitektur enterprise yang baik memungkinkan kita untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara efisiensi teknologi informasi dan inovasi bisnis. Hal ini memungkinkan unit bisnis individu untuk berinovasi secara aman untuk mengejar keunggulan kompetitif mereka. Keuntungan yang dihasilkan dari arsitektur enterprise yang baik membawa manfaat bisnis yang penting, yang jelas terlihat dalam laporan laba atau rugi bersih dari perusahaan atau organisasi.

sebagai kerangka kerja perancangan arsitektur, TOGAF memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
  • Termasuk dalam 3 kerangka kerja perancangan arsitektur yang paling sering digunakan (Schekkerman, 2003).
  • Merupakan kerangka kerja yang bersifat open-standard.
  • Bersifat netral --> fits all
  • Diterima oleh masyarakat internasional secara luas --> fits all
  • Pendekatannya bersifat menyeluruh (holistic).
  • Dibutuhkan metode yang fleksibel untuk mengintegrasikan unit-unit informasi dan juga sistem informasi dengan platform dan standar yang berbeda-beda. TOGAF mampu untuk melakukan integrasi untuk berbagai sistem yang berbeda-beda
  • TOGAF adalah kerangka kerja umum dan dimaksudkan untuk digunakan dalam berbagai macam lingkungan, ia menyediakan konten kerangka kerja yang fleksibel dan extensible yang mendasari seperangkat pengiriman arsitektur generik.
  • TOGAF cenderung bersifat generik dan fleksibel karena dapat mengantisipasi segala macam artefak yang mungkin muncul dalam proses perancangan (Resource base TOGAF menyediakan banyak material referensi), standarnya diterima secara luas, dan mampu mengatasi perubahan.
  • Fokus pada siklus implementasi (ADM) dan proses --> process driven
Kunci TOGAF adalah metode – TOGAF Architecture Development Method (ADM – Metode Pengembangan Arsitektur) - untuk mengembangkan suatu arsitektur enterprise yang membahas kebutuhan bisnis.
  • TOGAF relatif mudah diimplementasikan --> fits all
  • TOGAF bersifat open source, sehingga bersifat netral terhadap teknologi dari vendor tertentu --> fits all
TOGAF adalah konsorsium vendor-netral dan teknologi netral, yang akan memungkinkan akses ke informasi yang terintegrasi di dalam dan antar perusahaan didasarkan pada standar terbuka dan interoperabilitas global. TOGAF bekerja dengan
pelanggan, pemasok, konsorsium, dan badan standar lainnya. Perannya adalah untuk menangkap, memahami, dan membahas persyaratan saat ini, menetapkan kebijakan, dan berbagi praktik terbaik; untuk memfasilitasi interoperabilitas, mengembangkan konsensus, dan berkembang dan mengintegrasikan spesifikasi dan teknologi Open Source, untuk menawarkan serangkaian layanan yang komprehensif untuk meningkatkan efisiensi operasional konsorsium, dan untuk mengoperasikan sertifikasi utama industri jasa.
  • Memiliki alat-alat bantu (tools) untuk perencanaan dan proses yang lengkap --> providing set of conceptual tools and generic deliverables
ADM menjelaskan bagaimana untuk mendapatkan arsitektur spesifik organisasi perusahaan yang membahas kebutuhan bisnis. ADM merupakan komponen utama dari TOGAF dan memberikan pedoman untuk arsitek pada beberapa tingkatan:
  • menyediakan sejumlah fase pengembangan arsitektur (Arsitektur Bisnis, Arsitektur Sistem Informasi, Arsitektur Teknologi) dalam satu siklus, sebagai template keseluruhan proses untuk kegiatan pengembangan arsitektur.
  • memberikan narasi dari masing-masing fase arsitektur, menggambarkan fase dalam hal tujuan, pendekatan, masukan, langkah, dan output. Bagian input dan output memberikan definisi struktur dan pengiriman konten arsitektur
  • Menyediakan lintas-fase ringkasan yang mencakup persyaratan manajemen

    sumber:
    http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/126779-T-849-Perancangan%20infrastruktur-%20Literature.pdf 
    http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/33548/4/Chapter%20II.pdf 

    kal@ittelkom.ac.id. Enterprise Architecture

    Yunis, Roni. Surendro, Kridanto. Panjaitan, Erwin S. Pengembangan Model Arsitektur Enterprise untuk Perguruan Tinggi

Selasa, 05 Juni 2012

ekonomi syariah


Hakikat dan Ruang Lingkup EI
  1. Ilmu Ekonomi Islam adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam.
  2. Ilmu Ekonomi Modern adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari manusia sebagai hubungan antara tujuan dan sarana langka yang memiliki kegunaan-kegunaan alternatif (Prof. Robin).
    Sumber EI : Al-Qur’an, 2. Al-Hadits, 3. Ijma’, 4. Qiyas, dan Prinsip-prinsip hukum lainnya.
    Faham-faham Ekonomi:
  1. Faham Materialisme; menempatkan materi di atas segalanya, memandang materi sebagai satu-satunya faktor kebahagiaan hidup. Akibatnya, mengabaikan nilai-nilai non material, sep. kasih sayang, persaudaraan, tolong menolong dsb.nya.
  2. Faham Konsumerisme; menganggap bahwa kebahagiaan hanya dapat dicapai dengan uang, tidak jadi soal dari mana uang tersebut. Hal ini menumbuhkembangkan sifat menghalalkan segala cara, menempatkan uang seb. Tuhannya. Akibatnya, KKN meraja lela.
  3. Faham Sekulerisme; membeda-bedakan antara urusan dunia dan agama. Mis. Shalat itu ketika di masjid, agama itu urusan pribadi dengan Tuhan. Jangan membawa keimanan ke tempat kerja.
 perbedaan ekonomi Islam dengan ekonomi konvensional

Ekonomi Islam
Ekonomi Konvensional
Konsisten dengan prinsip-prinsip Islam, sukses dunia akhirat
Mengabaikan moral dan etika dalam pembelanjaan, waktu terbatas di dunia saja
Bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah
Berdasarkan pada hal-hal yang bersifat positivistik
Menekankan pada konsep need
Kurang megarahkan want dan need
Keseimbangan antara konsumen dan produsen
Semata-mata mengutamakan keuntungan