Tampilkan postingan dengan label sisjar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sisjar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Maret 2013

model jaringan hirarki pada LAN (hirarki topologi)


Mengapa menggunakan jaringan hirarki?
Model jaringan hirarki dipilih untuk mendisain suatu jaringan LAN karena mudah digunakan untuk mengolah dan memperluas suatu jaringan sehingga dapat mempermudah pembentukan jaringan tersebut.
Bagaimana bentuk model jaringan hirarki?
Desain jaringan hirarkis membagi jaringan menjadi beberapa lapisan yang menyerupai bentuk pohon. Setiap lapisan menyediakan fungsi-fungsi tertentu yang mendefinisikan perannya dalam jaringan secara keseluruhan. Dengan memisahkan berbagai fungsi-fungsi yang ada di jaringan, maka jaringan menjadi desain modular, yang memfasilitasi skalabilitas dan performa.
Topologi hirarki terdiri dari tiga layer, yaitu : access, distribution, dan core.
1.Access Layer
Antarmuka layer access dengan perangkat akhir, seperti PC, printer, dan IP telepon, untuk menyediakan akses ke semua jaringan. layer ini menyediakan aksess jaringan untuk user/workgroup dan mengontrol akses dan end user local ke Internetwork. Sering di sebut juga desktop layer. Resource yang paling dibutuhkan oleh user akan disediakan secara local. Kelanjutan penggunaan access list dan filter, tempat pembuatan collision domain yang terpisah (segmentasi). Teknologi seperti Ethernet switching tampak pada layer ini serta menjadi tempat dilakukannya routing statis. Layer ini dapat menghubungkan router, switch, bridge, hubs, dan jalur akses nirkabel. Tujuan utama dari layer access adalah menyediakan sarana untuk menghubungkan perangkat ke jaringan dan mengendalikan perangkat yang diizinkan berkomunikasi pada jaringan.
ACCESS Layer Features
  • Port keamanan
  • VLANs
  • Fast Ethernet/Gigabit Ethernet
  • Power over Ethernet (PoE)
  • Link aggregation
  • Quality of Service (QoS)
2.Distribution Layer
Layer distribusi teragregasi data yang diterima dari layer access aktif sebelum dikirim ke core layer untuk routing ke tujuan akhir. Layer distribusi mengontrol arus lalu lintas jaringan dengan pengawasan dan perencanaan broadcast domain yang dilakukan oleh fungsi routing antara virtual LANs (VLANs) ditetapkan pada access layer. VLANs memungkinkan untuk mengelompokkan lalu lintas pada switch ke subnetworks yang terpisah. fungsi utamanya adalah routing, filtering, akses, WAN, dan menentukan akses core layer jika diperlukan
DISTRIBUTION Layer Features
  • Layer 3 Support
  • High forwarding rate
  • Gigabit Ethernet/10Gigabit Ethernet
  • Redundant components
  • Security policies/Access Control Lists
  • Link Aggregation
  • QoS
3.Core Layer
Core Layer desain hirarkis adalah backbone kecepatan tinggi dari internetwork. Core Layer ini penting untuk interconnectivity antara perangkat layer distribusi, sehingga sangat penting untuk core yang ketersediaan dan redudansi. Area core juga dapat melakukan koneksi ke Internet. Aggregasi core lalu lintas dari semua lapisan distribusi perangkat, sehingga harus mampu meneruskan sejumlah data yang besar dengan cepat. layer ini bertanggung jawab untuk mengirim trafik secara tepat dan andal, tujuannya hanyalah men-switch traffic secepat mungkin (dipengaruhi oleh kecepatan dan latency). Kegagalan pada core layer dan desain fault tolerance untuk level ini dapat dibuat sbb :
Yang tidak boleh dilakukan :
  • tidak diperkenankan menggunakan access list, packet filtering, atau routing VLAN.
  • tidak diperkenankan mendukung akses workgroup.
  • tidak diperkenankan memperluas jaringan dengan kecepatan dan kapasitas yang lebih besar.
Yang boleh dilakukan :
  • melakukan desain untuk keandalan yang tinggi (FDDI, Fast Ethernet dengan link yang redundan atau ATM).
  • melakukan desain untuk kecepatan dan latency rendah.
  • menggunakan protocol routing dengan waktu konvergensi yang rendah.
CORE Layer Features

Selasa, 29 Mei 2012

RIP


  1. APA ITU RIP ?
protokol routing dinamik yang berbasis distance vector, digunakan sejak tahun 1970-an. digunakan dalam jaringan berbasis lokal dan luas
Ciri – ciri :
  • menggunakan Protokol udp pada port 520 untuk mengirimkan informasi routing antar router.
  • menghitung routing terbaik berdasarkan perhitungan hop.
  • membutuhkan waktu untuk melakukan converge.
  • membutuhkan power cpu yang rendah dan memory yang kecil daripada protokol lain
  • menggunakan classful routing ( /8, /16, /24 ), tidak dapat mengatur classless routing.
  • Biasanya menggunakan sebuah algoritma routing di mana setiap router secara periodik mengirimkan update routing kepada semua tetangga (neighbor) dengan cara mem-broadcast seluruh isi tabel routing.
Ada tiga versi dari Routing Information Protocol: ripv1, ripv2, dan ripng.
a. RIP V1
Spesifikasi asli RIP, didefinisikan dalam RFC 1058, menggunakan jumlah hop sebagai ukuran metric. Artinya jika ada dua router antara si router dengan subnet yang dituju, maka metric nya adalah 2 untuk subnet tersebut. Update routing periodik tidak membawa informasi subnet dan kurang dukungan untuk variable length subnet mask (VLSM). Keterbatasan ini tidak memungkinkan untuk memiliki subnet berukuran berbeda dalam kelas jaringan yang sama. Dengan kata lain, semua subnet dalam kelas jaringan harus memiliki ukuran yang sama. tidak ada dukungan untuk router otentikasi, membuat RIP rentan terhadap berbagai serangan.
Karakteristik RIPv1:
-          merupakan distance vector routing protocol
-          classful routing protocol
-          max hop count:15. 16 -> unreachable
-          periodic update: 30s
-          update dikirim secara broadcast(255.255.255.255)
-          mendukung equal cost load balancing. Secara default adalah 4 path, sedang max path: 6
-          menjalankan auto-summary secara default
-          paket yang dikirim berjenis UDP dengan nomor port 520
-          bisa mengirimkan paket update RIPv1 dan menerima paket update RIPv1 & v2
-          AD: 120
-          Pada proses update semua table routing table akan di kirimkan ke router Neighbors
Pada saat instalasi, router-router yang menjalankan RIP akan membroadcast paket request kepada router lain yang isinya adalah meminta network-network yang dimiliki router lain. Router lain yang menerima paket request akan mengirimkan respon. Setelah itu mereka baru bertukar-tukaran info network yang dimiliki.
untuk mengaktifkan RIP:
config# router rip
untuk menyertakan directly connected network mana saja yang akan disebar:
config-router# network {classful-network-address | network-address}
b. RIP V2
Merupakan pengembangan dari RIPv1 karena RIPv1 dirasakan tidak cukup memenuhi kebutuhan untuk jaringan komputer yang semakin banyak dan berkembang pesat. RIP versi 2 tetap mempertahankan fitur yang digunakan oleh RIP versi 1 tetapi RIP versi 2 sudah menggunakan protokol classless dan mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask). Ini termasuk kemampuan untuk membawa informasi subnet, sehingga mendukung Classless Inter-Domain Routing (CIDR). Untuk menjaga kompatibilitas, maka batas hop tetap 15. Ripv2 memiliki fasilitas untuk sepenuhnya beroperasi dengan spesifikasi awal. Perbedaannya adalah RIPV2 tidak bisa menerima update dari RIPV1.
c. RIPng
Ripng (RIP generasi berikutnya), yang didefinisikan dalam RFC 2080, adalah perluasan dari ripv2 untuk mendukung ipv6, generasi berikutnya Internet Protocol.
Batasan.
  • Hop count tidak dapat melebihi 15, jika melebihi akan dianggap tidak sah.
  • Sebagian besar jaringan RIP datar. Tidak ada konsep wilayah atau batas-batas dalam jaringan RIP.
  • Variabel Length Subnet Masks tidak didukung oleh RIP version 1.
  • RIP memiliki konvergensi lambat dan menghitung sampai tak terhingga masalah
  1. PERBEDAAN, KELEBIHAN RIPv1 DAN RIPv2
Perbedaan
RIPv1
RIPv2
Protokol classfull Distance Vector, yaitu tidak semua kelas bisa diroutingkan, hanya kelas tertentu saja yang dikirimkan
Protokol classless, yaitu protokol routing yang mendukung routing untuk semua kelas.
Belum mendukung VLSM, tidak mengirimkan subnet mask pada update table routing.
VLSM (Variabel Length Subnet Mask), fitur untuk mendukung pengiriman subnet mask pada update tabel routing, sehingga proses routing menjadi lebih tepat.
  • Update routing tiap 30 detik dengan broadcast 255.255.255.255.
  • Waktu konvergen biasanya tiap 3-5 menit
Menggunakan update routing multicast dengan IP Multicast 224.0.0.9, daripada harus routing untuk seluruh jaringan 255.255.255.255, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk routing menjadi lebih cepat.
Metric menggunakan jumlah hop
Menyertakan ip address hop router berikutnya pada tabel routingnya.
Tidak dapat menggunakan autentifikasi
Dapat diberi autentifikasi antar router, dengan member password pada setiap router yang saling berhubungan.

Kelebihan
RIPv1 :
  • RIPv1 dapat digunakan untuk protokol classfull, jika terdapat pada jaringan dengan skala kecil.
  • Sumber daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar.
RIPv2 :
  • RIP v2 dapat digunakan untuk protokol classless, untuk semua kelas.
  • Pengiriman informasi routing lebih tepat karena menyertakan subnet mask saat update tabel routing.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk update routing lebih cepat karena tidak semua jaringan 255.255.255.255 di-broadcast.
  • Autentifikasi dapat memberikan keamanan pada router saat update routing, dengan memberikan ijin berkomunikasi dengan router-router tertentu menggunkan password.
Jadi intinya pada RIPv1 tidak memandang subnet, tetapi memandang class. RIPv1 tidak dapat berkomunikasi dengan RIPv2 karena RIPv2 hanya memandang subnet dan RIPv2 tidak dapat berkomunikasi dengan Network yang di luar subnetnya.

Minggu, 08 April 2012

SSH

Secure Shell atau SSH adalah protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data melalui saluran aman antara dua perangkat jaringan. Banyak digunakan pada sistem berbasis Linux dan Unix untuk mengakses akun shell. SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan shell remote tak aman lainnya, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam bentuk teks sederhana yang membuatnya mudah untuk dicegat. Enkripsi yang digunakan oleh SSH menyediakan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman seperti Internet.

Protokol SSH mendukung otentikasi terhadap remote host, sehingga meminimalkan ancaman pemalsuan identitas client lewat IP address spoofing (pemalsuan alamat IP attacker) maupun manipulasi DNS. Selain itu SSH mendukung beberapa protocol enkripsi secret key untuk membantu memastikan privacy dari keseluruhan komunikasi yang dimulai dengan username/password awal.

Program SSH digunakan untuk login dalam suatu mesin (komputer) dari jauh (secara remote) dan mengeksekusi perintah pada mesin tersebut. Program ssh ini mirip dengan telnet, tetapi punya pengendalian terhadap keamanan. Program ssh menyediakan komunikasi aman terenkrip antara dua host yang tidak saling kenal melalui jaringan yang umumnya tidak aman. Dengan alasan keamanan, fungsi program telnet sudah mulai ketinggalan diganti dengan ssh.

fitur-fitur SSH
Protokol SSH menyediakan layanan sebagai berikut:
•    Pada saat awal terjadinya koneksi, client melakukan pengecekan apakah host yang dihubungi sudah terdaftar pada client atau tidak.
•    Client mengirimkan proses autentifikasi ke server menggunakan teknik enkripsi 128 bit.
•    Semua data yang dikirimkan dan diterima menggunakan teknik enkripsi 128 bit sehingga sangat sulit untuk dibaca tanpa mengetahui kode enkripsinya.
•    Client dapat mem-forwared aplikasi Xwindows / XII ke server.

SSH Daemon
Daemon untuk program SSH (secure shell) adalah program SSH daemon (sshd). Daemon merupakan program di server yang biasanya berjalan di belakang layar karena tidak memiliki terminal pengontrol dengan sedikit atau tanpa hubungan lansung dengan pengguna (User Interface). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Cracker untuk memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server). Biasanya daemon bekerja pada waktu yang sangat lama dengan fungsi mendengarkan dan menunggu request dan menjalankan responya berupa proses. Salah satu contohnya adalah apache webserver http web daemon (httpd).

Program sshd adalah daemon yang menunggu koneksi dari klien pada port22. Program ini akan membuat cabang daemon baru untuk tiap koneksi yang datang. Masing-masing daemon menangani secara mandiri pertukaran kunci, enkripsi, autentikasi, eksekusi perintah dan pertukaran data. Penerapan program sshd mendukung protokol SSH versi1 dan versi2 secara serentak.

Cara Kerja SSH Server
Misalkan suatu client mencoba mengakses suatu linux server melalui SSH. SSH daemon  yang berjalan baik pada linux server maupun SSH client telah mempunyai pasangan  public/private key yang masing-masing menjadi identitas SSH bagi keduanya. Langkah-langkah  koneksinya adalah :
Langkah 1 
Client bind pada local port nomor besar melakukan koneksi ke port 22 pada server
Lankah 2
Client dan server setuju untuk menggunakan sesi SSH tertentu
Langkah 3
Client meminta public key dan host key milik server.
Langkah 4
Client dan server menyetujui algoritma enkripsi yang akan dipakai (misalnya TripleDES atau IDEA).
Langkah 5
Client membentuk suatu session key yang didapat dari client dan mengenkripsinya
menggunakan public key milik server.
Langkah 6
Server men-decrypt session key yang didapat dari client, meng-re-encrypt-nya dengan public key milik client, dan mengirimkannya kembali ke client untuk verifikasi.
Langkah 7
Pemakai mengotentikasi dirinya ke server di dalam aliran data terenkripsi dalam session key tersebut. Sampai disini koneksi telah terbentuk dan client dapat bekerja secara interaktif pada server atau mentransfer file ke atau dari server.

sumber :
modul sisop 2012


Rabu, 28 Maret 2012

switch

Switch adalah perangkat/komponen jaringan yang berperan sebagai jembatan untuk perangkat-perangkat jaringan sehingga masing-masing perangkat dapat terhubung satu dengan yang lain (menghubungkan komputer satu dengan yang lainnya). Switch memiliki sejumlah port ethernet untuk menghubungkan dirinya dengan perangkat-perangkat lain di jaringan.

Switch terbagi dalam 2 tipe utama: switch layer-2 dan layer-3. Switch layer-2 beroperasi pada layer data-link model OSI dan berdasarkan teknologi bridging (melakukan fungsi sebagai bridge antara segmen-segmen jaringan LAN, karena mereka meneruskan frame Ethernet berdasarkan alamat tujuannya tanpa mengetahui protokol jaringan apa yang digunakan). Switch tipe ini membangun koneksi logika antar port berdasarkan pada alamat MAC (alamat fisik).

Layer 3 switch atau Multilayer Switch adalah switch yang bekerja pada layer 2 dan juga bekerja pada layer 3 yang mempunyai fungsi routing. switching layer 3 bekerja dengan menganalisis informasi packet dan meneruskannya berdasar pada alamat IP. Switch tipe ini membangun koneksi logika antar port berdasarkan alamat jaringan. Switch-switch ini dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang berbeda di dalam suatu internetwork.

jenis-jenis switch jaringan komputer
Switch unmanaged adalah pilihan termurah dan biasanya digunakan di kantor atau bisnis kecil. Switch Jaringan Komputer ini melakukan fungsi dasar mengelola aliran data antara printer bersama dan beberapa komputer. Mereka dapat menjadi model desktop atau rak mount. Tipe ini cukup praktis karena kita tidak perlu melakukan konfigurasi untuk penggunaannya. cukup hubungkan / colok kabel LAN ke switch, maka komputer akan langsung terhubung ke jaringan.

Jika kita memiliki jaringan yang cukup besar, kita bisa menggunakan managed switch. managed switch memiliki pilihan setting Admin di mana kita bisa membuat Virtual LAN (VLAN), menyetting kecepatan port, host, dan pilihan lainnya. Biasanya penggunaannya akan membutuhkan Web Browser atau command line dengan interface seperti tellnet atau shell untuk pengaksesan pengaturan switch.
 
Sebuah smart switch adalah campuran fitur switch unmanaged dan managed. Fungsinya hampir sama seperti managed switch tetapi menawarkan penggunaan yang lebih mudah meskipun tidak memiliki fitur sebanyak managed switch.
 
Sebuah managed companies switch memiliki berbagai pengaturan yang dapat disesuaikan untuk memungkinkan digunakan dalam perusahaan atau organisasi besar. Jenis Switch Jaringan Komputer ini biasanya dikelola oleh spesialis jaringan dan terus-menerus dipantau karena ukuran dan kompleksitas jaringan.
 
sumber :

Selasa, 27 Maret 2012

linux

Linux adalah sebuah program open source yang gratis di bawah lisensi GNU (sistem operasi berbasis unix), sistem operasi 32-64 bit, yang merupakan turunan dari Unix dan dapat dijalankan pada berbagai macam platform perangkat keras mulai dari Intel (x86), hingga prosesor RISC. LInux merupakan sistem operasi untuk PC yang bekerja secara multitasking dan multiuser. keunggulan linux :
Multitasking : dapat menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan
Multiuser : mendukung penggunaan aplikasi untuk digunakan beberapa user sekaligus
Virtual Memory atau Memori Maya
Linux dapat memanfaatkan ruang pada harddisk untuk digunakan sebagai memori maya, yaitu program yang tidak aktif di RAM akan disimpan pada harddisk.
Shared Library
Setiap perintah pada Linux saling berbagi menggukan fungsi dari library, hal ini berguna untuk menghemat memori
Kompatibilitas dengan IEEE POSIX.1
Standar ini menjadikan Linux mendukung banyak standar yang digunakan oleh sistem UNIX lainnya
Harga yang relatif lebih rendah
Dukungan software GNU berupa free software

Struktur lengkap perintah Linux
Nama_perintah [pilihan][argumen]
Ket :
Nama_perintah adalah nama program yang akan dijalankan.
Pilihan (option) digunakan untuk memberikan pedoman bagaimana program dijalankan.
Argumen dipakai untuk menentukan data yg akan di proses.
Spasi atau tab diperlukan untuk memisahkan penulisan antara perintah dengan pilihan serta antara pilihan dengan argumen
Ex : $ echo hallo
Tidak boleh ditulis : $ echohallo

jenis file pada linux
User Data
file – file yang umumnya diciptakan oleh user untuk menyimpan data misalnya file task, document, dsb.
Sistem data
File yang digunakan oleh sistem linux untuk melakukan proses misalnya batch file.
File Executetable
Berisi informasi yang dikenal komputer sebagai instruksi – instruksi, dapat dijalankan secara langsung oleh user misalnya finger, ping, dsb.

sumber : http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2009/12/22/cari-tau-tentang-linux-yukk/

Senin, 05 Maret 2012

osilayer

lapisan ke-7 (application layer)
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

Lapisan ke-6 (presentation layer)
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).

Lapisan ke-5 (Session layer)
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.

Lapisan ke-4 (Transport layer)
berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.

Lapisan ke-3 (Network layer)
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.

Lapisan ke-2 (Data-link layer)
Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).

Lapisan ke-1 (Physical layer)
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Jumat, 02 Maret 2012

server


Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable (terukur) dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan. Server biasanya terhubung dengan klien dengan kabel UTP dan sebuah kartu jaringan. Kartu jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA.
RAM (random access memory) adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Biasanya dapat ditulis dan dibaca
Kabel UTP atau kabel unshielded twisted pair adalah kabel yang biasa digunakan untuk membuat jaringan atau network komputer berupa kabel yang didalamnya berisi empat (4) pasang kabel yang yang setiap pasangnya adalah kembar dengan ujung konektor RJ-45.
Umumnya, di dalam sistem operasi server terdapat berbagai macam layanan yang menggunakan arsitektur klient/server. Contoh dari layanan ini adalah Protokol Konfigurasi Hos Dinamik, server surat, server PTH, server PTB, DNS server, dan lain sebagainya. Setiap sistem operasi server umumnya membundel layanan-layanan tersebut, meskipun pihak ketiga dapat pula membuat layanan tersendiri. Setiap layanan tersebut akan merespon request dari klien. Sebagai contoh, klien PKHD akan memberikan request kepada server yang menjalankan layanan server PKHD; ketika sebuah klien membutuhkan alamat IP, klien akan memberikanreques kepada server, dengan bahasa yang dipahami oleh server PKHD, yaitu protokol PKHD itu sendiri.
Contoh sistem operasi server adalah Windows NT 3.51, dan dilanjutkan dengan Windows NT 4.0. Saat ini sistem yang cukup populer adalah Windows 2000 Server dan Windows Server 2003, kemudian Sun Solaris, Unix, dan GNU/Linux.
Dilihat dari fungsinya, server bisa di kategorikan dalam beberapa jenis, seperti: server aplikasi, server data maupun server proksi. Server aplikasi adalah server yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam aplikasi yang dapat diakses oleh klien, server data sendiri digunakan untuk menyimpan data baik yang digunakan klien secara langsung maupun data yang diproses oleh server aplikasi. Server proksi berfungsi untuk mengatur lalu lintas di jaringan melalui pengaturan proksi. Orang awam lebih mengenal proxy server untuk mengkoneksikan komputer klien ke Internet.
Kegunaan server sangat banyak, misalnya untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar penyimpanan data.


sumber : wikipedia