Selasa, 29 Mei 2012

RIP


  1. APA ITU RIP ?
protokol routing dinamik yang berbasis distance vector, digunakan sejak tahun 1970-an. digunakan dalam jaringan berbasis lokal dan luas
Ciri – ciri :
  • menggunakan Protokol udp pada port 520 untuk mengirimkan informasi routing antar router.
  • menghitung routing terbaik berdasarkan perhitungan hop.
  • membutuhkan waktu untuk melakukan converge.
  • membutuhkan power cpu yang rendah dan memory yang kecil daripada protokol lain
  • menggunakan classful routing ( /8, /16, /24 ), tidak dapat mengatur classless routing.
  • Biasanya menggunakan sebuah algoritma routing di mana setiap router secara periodik mengirimkan update routing kepada semua tetangga (neighbor) dengan cara mem-broadcast seluruh isi tabel routing.
Ada tiga versi dari Routing Information Protocol: ripv1, ripv2, dan ripng.
a. RIP V1
Spesifikasi asli RIP, didefinisikan dalam RFC 1058, menggunakan jumlah hop sebagai ukuran metric. Artinya jika ada dua router antara si router dengan subnet yang dituju, maka metric nya adalah 2 untuk subnet tersebut. Update routing periodik tidak membawa informasi subnet dan kurang dukungan untuk variable length subnet mask (VLSM). Keterbatasan ini tidak memungkinkan untuk memiliki subnet berukuran berbeda dalam kelas jaringan yang sama. Dengan kata lain, semua subnet dalam kelas jaringan harus memiliki ukuran yang sama. tidak ada dukungan untuk router otentikasi, membuat RIP rentan terhadap berbagai serangan.
Karakteristik RIPv1:
-          merupakan distance vector routing protocol
-          classful routing protocol
-          max hop count:15. 16 -> unreachable
-          periodic update: 30s
-          update dikirim secara broadcast(255.255.255.255)
-          mendukung equal cost load balancing. Secara default adalah 4 path, sedang max path: 6
-          menjalankan auto-summary secara default
-          paket yang dikirim berjenis UDP dengan nomor port 520
-          bisa mengirimkan paket update RIPv1 dan menerima paket update RIPv1 & v2
-          AD: 120
-          Pada proses update semua table routing table akan di kirimkan ke router Neighbors
Pada saat instalasi, router-router yang menjalankan RIP akan membroadcast paket request kepada router lain yang isinya adalah meminta network-network yang dimiliki router lain. Router lain yang menerima paket request akan mengirimkan respon. Setelah itu mereka baru bertukar-tukaran info network yang dimiliki.
untuk mengaktifkan RIP:
config# router rip
untuk menyertakan directly connected network mana saja yang akan disebar:
config-router# network {classful-network-address | network-address}
b. RIP V2
Merupakan pengembangan dari RIPv1 karena RIPv1 dirasakan tidak cukup memenuhi kebutuhan untuk jaringan komputer yang semakin banyak dan berkembang pesat. RIP versi 2 tetap mempertahankan fitur yang digunakan oleh RIP versi 1 tetapi RIP versi 2 sudah menggunakan protokol classless dan mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask). Ini termasuk kemampuan untuk membawa informasi subnet, sehingga mendukung Classless Inter-Domain Routing (CIDR). Untuk menjaga kompatibilitas, maka batas hop tetap 15. Ripv2 memiliki fasilitas untuk sepenuhnya beroperasi dengan spesifikasi awal. Perbedaannya adalah RIPV2 tidak bisa menerima update dari RIPV1.
c. RIPng
Ripng (RIP generasi berikutnya), yang didefinisikan dalam RFC 2080, adalah perluasan dari ripv2 untuk mendukung ipv6, generasi berikutnya Internet Protocol.
Batasan.
  • Hop count tidak dapat melebihi 15, jika melebihi akan dianggap tidak sah.
  • Sebagian besar jaringan RIP datar. Tidak ada konsep wilayah atau batas-batas dalam jaringan RIP.
  • Variabel Length Subnet Masks tidak didukung oleh RIP version 1.
  • RIP memiliki konvergensi lambat dan menghitung sampai tak terhingga masalah
  1. PERBEDAAN, KELEBIHAN RIPv1 DAN RIPv2
Perbedaan
RIPv1
RIPv2
Protokol classfull Distance Vector, yaitu tidak semua kelas bisa diroutingkan, hanya kelas tertentu saja yang dikirimkan
Protokol classless, yaitu protokol routing yang mendukung routing untuk semua kelas.
Belum mendukung VLSM, tidak mengirimkan subnet mask pada update table routing.
VLSM (Variabel Length Subnet Mask), fitur untuk mendukung pengiriman subnet mask pada update tabel routing, sehingga proses routing menjadi lebih tepat.
  • Update routing tiap 30 detik dengan broadcast 255.255.255.255.
  • Waktu konvergen biasanya tiap 3-5 menit
Menggunakan update routing multicast dengan IP Multicast 224.0.0.9, daripada harus routing untuk seluruh jaringan 255.255.255.255, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk routing menjadi lebih cepat.
Metric menggunakan jumlah hop
Menyertakan ip address hop router berikutnya pada tabel routingnya.
Tidak dapat menggunakan autentifikasi
Dapat diberi autentifikasi antar router, dengan member password pada setiap router yang saling berhubungan.

Kelebihan
RIPv1 :
  • RIPv1 dapat digunakan untuk protokol classfull, jika terdapat pada jaringan dengan skala kecil.
  • Sumber daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar.
RIPv2 :
  • RIP v2 dapat digunakan untuk protokol classless, untuk semua kelas.
  • Pengiriman informasi routing lebih tepat karena menyertakan subnet mask saat update tabel routing.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk update routing lebih cepat karena tidak semua jaringan 255.255.255.255 di-broadcast.
  • Autentifikasi dapat memberikan keamanan pada router saat update routing, dengan memberikan ijin berkomunikasi dengan router-router tertentu menggunkan password.
Jadi intinya pada RIPv1 tidak memandang subnet, tetapi memandang class. RIPv1 tidak dapat berkomunikasi dengan RIPv2 karena RIPv2 hanya memandang subnet dan RIPv2 tidak dapat berkomunikasi dengan Network yang di luar subnetnya.

Minggu, 27 Mei 2012

let u go (cold hearted man) - trax


ROMANIZATION
Hayahke heuryeo jin geurim sok chu eoge chaekjang soguri geujeo suchyeohan annyeong
Dorawa kkeutnae mal mothago shigan teumsaero heulleo jeomjeom meoreojin gieok

Myeot beone gyejeol jina majuhan du nun dongja amu maldo mothago
Gaseumi chagaun namjaga ureoyo
Ibyeore mojildeon geunyeodo uneyo
Baraejin chu eogyuri jogage
Bein sangcheo heunjeokman nama chora haneyo

Parahke jillyeo beorin haneul geudeo beorin ibsul ulkeok geuripda neore chigo
Miryeone eongkin inyeone kkeun chama pulji mothago dashi mudeo duneyo

Meok meokhan gaseumi chamji mothago dallyeo meoreojin ni deung dwiro
Gaseumi chagaun namjaga ureoyo
Ibyeore mojildeon geunyeodo uneyo
Baraejin chu eogyuri jogage
Bein sangcheo heunjeokman nama meo mulleo itneun geol
Oh stay, stay again, oh stay, stay again

Gaseumi chagaun namjaga ureoyo
Ibyeore mojildeon geunyeodo uneyo
Baraejin chu eogyuri jogage
Kkeunkin nunmul soge shiganeul dashi mukkeo dulge too tired, too tired

Moreujyo ibyeolhan namjaye nunmul
Mot gyeondige neol maemdol deon jichin hansumdo
Jidokhan geurium mok joreudeon
Eongkin uri dure chu eogeul seulpeun haneure bonae julge



Tranlations to English
Within the whitely faded picture,
Atop the bookshelf of memory,
We were just faintly exchanging helloes
Comeback, but to the end I still couldn’t say it
And as the time flies by
The memory fades away

Many seasons passed
And as we meet face to face
I still couldn’t say it

The coldhearted man is crying
At our parting, even she’s crying
All that’s left are cuts
From the faded memory-window fragments

The pure blue sky
The rigid lips cry
As I shout how much I miss you
The string of fate tangled at lingering feelings
Remains tangled
Then it buries itself once again

The suffering heart couldn’t hold back any longer
And it’s chasing after your distant figure

The coldhearted man is crying
At our parting, even she’s crying
All that’s left are cuts
From the faded memory-window fragments
Oh Stay~ stay again (oh stay~ stay again)

The coldhearted man is crying
At our parting, even she’s crying
The time within tears cut apart
From the faded memory-window fragments
I’ll tie them together once again
To tie, to tie

You wouldn’t know, the tears of broken boy
The tired sighs circling around you, so you can’t stand it
I will send our tangled memories
That has been tightening around the throat venomously, to the saddened sky


http://wn.com/Let_You_Go_Trax_album_ 
http://sujuindonesia.wordpress.com/2010/01/21/kim-heechul-fx-victoria-akan-tampil-di-mv-baru-the-trax-let-you-go/ 
http://kpopaholic.wordpress.com/category/artists/trax-artists/page/2/

Minggu, 22 April 2012

menjaga lisan


Lisan (lidah) memang tak bertulang, sekali kita gerakkan sulit untuk kembali pada posisi semula. Demikian berbahayanya lisan, hingga Allah dan Rasul-Nya mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menggunakannya.
Allah Swt telah memerintahkan kita semua untuk berkata yang benar, seperti tertulis dalam firmanNya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70)

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Allah yang dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh dalam neraka Jahannam.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6092)

Rasulullah bersabda:“Sesungguhnya seorang hamba apabila berbicara dengan satu kalimat yang tidak benar (baik atau buruk), hal itu menggelincirkan dia ke dalam neraka yang lebih jauh antara timur dan barat.” (Shahih, HR. Al-Bukhari No. 6091 dan Muslim No. 6988 dari Abu Hurairah)

Rasulullah bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari hadits no. 6089 dan Al-Imam Muslim hadits no. 46 dari Abu Hurairah)

manfaat menjaga lisan menurut hadits
  • Akan mendapat keutamaan dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6090 dan Muslim no. 48)
  • Dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah ketika ditanya tentang orang yang paling utama dari orang-orang Islam, beliau menjawab: “(Orang Islam yang paling utama adalah) orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 11 dan Muslim no. 42)
  • Mendapat jaminan dari Rasulullah Saw untuk masuk ke surga. Rasulullah Saw bersabda dalam hadits dari Sahl bin Sa’d: “Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga).” (HR. Al-Bukhari no. 6088)
  • Dalam riwayat Al-Imam At-Tirmidzi no. 2411 dan Ibnu Hibban no. 2546, dari shahabat Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang dijaga oleh Allah dari kejahatan apa yang ada di antara dua rahangnya dan kejahatan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka dia akan masuk surga.”
  • Allah akan mengangkat derajat-Nya dan memberikan ridha-Nya kepadanya. Rasulullah bersabda dalam hadits dari Abu Hurairah: “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari apa yang diridhai Allah yang dia tidak menganggapnya (bernilai) ternyata Allah mengangkat derajatnya karenanya.” (HR. Al-Bukhari no. 6092)
  • Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda. “Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga pula. Allah meridhai kalian bila kalian hanya menyembah Allah semata dan tidak mempersekutukannya serta berpegang teguh pada tali (agama) Allah seluruhnya dan janganlah kalian berpecah belah. Dan Allah membenci kalian bila kalian suka qila wa qala (berkata tanpa berdasar), banyak bertanya (yang tidak berfaedah) serta menyia-nyiakan harta” (HR. Muslim hadits no. 1715.)
  • Dalam riwayat Al-Imam Malik, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali dalam Bahjatun Nazhirin (3/11), dari shahabat Bilal bin Al-Harits Al-Muzani bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhai oleh Allah dan dia tidak menyangka akan sampai kepada apa (yang ditentukan oleh Allah), lalu Allah mencatat keridhaan baginya pada hari dia berjumpa dengan Allah.”
Pada berbagai pertemuan, seringkali kita mendapati pembicaraan berupa gunjingan (ghibah), mengadu domba (namimah) atau maksiat lainnya. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang hal tersebut. Allah menggambarkan ghibah dengan suatu yang amat kotor dan menjijikkan. Alloh berfirman yang artinya, “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik dengannya.” (Al-Hujurat: 12)
Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan makna ghibah (menggunjing) ini. Beliau bersabda,“Tahukah kalian apakah ghibah itu?” Mereka menjawab, “Alloh dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui” Beliau bersabda, “Engkau mengabarkan tentang saudaramu dengan sesuatu yang dibencinya.” Beliau ditanya,“Bagaimana jika yang aku katakan itu memang terdapat pada saudaraku?” Beliau menjawab, “Jika apa yang kamu katakan terdapat pada saudaramu, maka engkau telah menggunjingnya (melakukan ghibah) dan jika ia tidak terdapat padanya maka engkau telah berdusta atasnya.” (HR. Muslim)
Jadi, ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, baik tentang agama, kekayaan, akhlak, atau bentuk lahiriyahnya, sedang ia tidak suka jika hal itu disebutkan, dengan membeberkan aib, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok. Banyak orang meremehkan masalah ghibah, padahal dalam pandangan Alloh ia adalah sesuatu yang keji dan kotor. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Riba itu ada tujuh puluh dua pintu, yang paling ringan daripadanya sama dengan seorang laki-laki yang menyetubuhi ibunya (sendiri), dan riba yang paling berat adalah pergunjingan seorang laki-laki atas kehormatan saudaranya.” (As-Silsilah As-Shahihah, 1871)
Wajib bagi orang yang hadir dalam majelis yang sedang menggunjing orang lain, untuk mencegah kemunkaran dan membela saudaranya yang dipergunjingkan. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam sangat menganjurkan hal itu, sebagaimana dalam sabdanya, “Barangsiapa membela (ghibah atas) kehormatan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Alloh akan menghindarkan api Neraka dari wajahnya.” (HR. Ahmad)
Demikian pula halnya dalam mengadu domba (namimah). Mengadukan ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara keduanya adalah salah satu faktor yang menyebabkan terputusnya ikatan, serta menyulut api kebencian dan permusuhan antar manusia. Allah mencela pelaku perbuatan tersebut dalam firmanNya, “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kesana kemari menghambur fitnah.” (Al-Qalam: 10-11). Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallambersabda, “Tidak akan masuk surga al-qattat (tukang adu domba).” (HR. Bukhari). Ibnu Atsir menjelaskan, “Al-Qattat adalah orang yang menguping (mencuri dengar pembicaraan), tanpa sepengetahuan mereka, lalu ia membawa pembicaraan tersebut kepada orang lain dengan tujuan mengadu domba.” (An-Nihayah 4/11)
Oleh karena itu ada beberapa hal penting perlu kita perhatikan dalam menjaga lisan. Pertama, hendaknya pembicaraan kita selalu diarahkan ke dalam kebaikan. Alloh Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (An-Nisa: 114)
Kedua, tidak membicarakan sesuatu yang tidak berguna bagi diri kita maupun orang lain yang akan mendengarkan. Rosululloh shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Termasuk kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Ketiga, tidak membicarakan semua yang kita dengar. Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu berkata, Rosulullohshollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.” (HR. Muslim)
Keempat, menghindari perdebatan dan saling membantah, sekali-pun kita berada di pihak yang benar dan menjauhi perkataan dusta sekalipun bercanda. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda.” (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Al-Albani)
Kelima, Tenang dalam berbicara dan tidak tergesa-gesa. Aisyah rodhiallohu ‘anha berkata, “Sesungguhnya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam apabila membicarakan suatu hal, dan ada orang yang mau menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya” (HR. Bukhari-Muslim). Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menjaga diri kita, sehingga diri kita senantiasa berada dalam kebaikan.
Keutamaan Menjaga Lisan
1. Anas bin Malik : “Segala sesuatu akan bermanfaat dengan kadar lebihnya, kecuali perkataan. Sesungguhnya berlebihnya perkataan akan membahayakan.”
2. Abu Ad-Darda’ : “Tidak ada kebaikan dalam hidup ini kecuali salah satu dari dua orang yaitu orang yang diam namun berpikir atau orang yang berbicara dengan ilmu.”
3. Al-Fudhail : “Dua perkara yang akan bisa mengeraskan hati seseorang adalah banyak berbicara dan banyak makan.”
4. Sufyan Ats-Tsauri : “Awal ibadah adalah diam, kemudian menuntut ilmu, kemudian mengamalkannya, kemudian menghafalnya lantas menyebarkannya.”
5. Al-Ahnaf bin Qais : “Diam akan menjaga seseorang dari kesalahan lafadz (ucapan), memelihara dari penyelewangan dalam pembicaraan, dan menyelamatkan dari pembicaraan yang tidak berguna, serta memberikan kewibawaan terhadap dirinya.”
6. Abu Hatim : “Lisan orang yang berakal berada di belakang hatinya. Bila dia ingin berbicara, dia mengembalikan ke hatinya terlebih dulu, jika terdapat (maslahat) baginya maka dia akan berbicara. Dan bila tidak ada (maslahat) dia tidak (berbicara). Adapun orang yang jahil (bodoh), hatinya berada di ujung lisannya sehingga apa saja yang menyentuh lisannya dia akan (cepat) berbicara. Seseorang tidak (dianggap) mengetahui agamanya hingga dia mengetahui lisannya.”
7. Yahya bin ‘Uqbah: “Aku mendengar Ibnu Mas’ud berkata: ‘Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar selain-Nya, tidak ada sesuatu yang lebih pantas untuk lama dipenjarakan dari pada lisan.”
8. Mu’arrifh Al-‘Ijli : “Ada satu hal yang aku terus mencarinya semenjak 10 tahun dan aku tidak berhenti untuk mencarinya.” Seseorang bertanya kepadanya: “Apakah itu wahai Abu Al-Mu’tamir?” Mua’arrif menjawab: “Diam dari segala hal yang tidak berfaidah bagiku.”
Buah Menjaga Lisan
Menjaga lisan jelas akan memberikan banyak manfaat. Di antaranya:
1. Akan mendapat keutamaan dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Abu Hurairah Rad. meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6090 dan Muslim no. 48)
2. Akan menjadi orang yang memiliki kedudukan dalam agamanya.
Dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ketika ditanya tentang orang yang paling utama dari orang-orang Islam, beliau menjawab:
“(Orang Islam yang paling utama adalah) orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 11 dan Muslim no. 42)
Asy-Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali mengatakan: “Hadits ini menjelaskan larangan mengganggu orang Islam baik dengan perkataan ataupun perbuatan.” (Bahjatun Nazhirin, 3/8)
3. Mendapat jaminan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam untuk masuk ke surga.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam hadits dari Sahl bin Sa’d :
“Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga).” (HR. Al-Bukhari no. 6088)
Dalam riwayat Al-Imam At-Tirmidzi no. 2411 dan Ibnu Hibban no. 2546, dari shahabat Abu Hurairah Rad. , Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Barangsiapa yang dijaga oleh Allah dari kejahatan apa yang ada di antara dua rahangnya dan kejahatan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka dia akan masuk surga.”
4. Allah akan mengangkat derajat-Nya dan memberikan ridha-Nya kepadanya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam hadits dari Abu Hurairah Rad. :
“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari apa yang diridhai Allah yang dia tidak menganggapnya (bernilai) ternyata Allah mengangkat derajatnya karenanya.” (HR. Al-Bukhari no. 6092)
Dalam riwayat Al-Imam Malik, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali dalam Bahjatun Nazhirin (3/11), dari shahabat Bilal bin Al-Harits Al-Muzani bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhai oleh Allah dan dia tidak menyangka akan sampai kepada apa (yang ditentukan oleh Allah), lalu Allah mencatat keridhaan baginya pada hari dia berjumpa dengan Allah.”
Karena itu, marilah kita berpikir terlebih dahulu, atas segala sesuatu yang mau kita katakan. Jika sekiranya apa yang akan kita katakan tidak akan membawa mudharat, maka silahkan kita berbicara. Akan tetapi, jika kita perkirakan perkataan kita itu akan membawa mudharat atau ragu apakah membawa mudharat atau tidak, maka sebaiknya kita tidak usah berbicara.
Demikianlah beberapa keutamaan menjaga lisan. Semoga kita diberi kemampuan oleh Allah untuk melaksanakan perintah-Nya dan perintah Rasul-Nya dan diberi kemampuan untuk mengejar keutamaan tersebut. Wallahu a’lam.
sumber :



Minggu, 08 April 2012

SSH

Secure Shell atau SSH adalah protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data melalui saluran aman antara dua perangkat jaringan. Banyak digunakan pada sistem berbasis Linux dan Unix untuk mengakses akun shell. SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan shell remote tak aman lainnya, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam bentuk teks sederhana yang membuatnya mudah untuk dicegat. Enkripsi yang digunakan oleh SSH menyediakan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman seperti Internet.

Protokol SSH mendukung otentikasi terhadap remote host, sehingga meminimalkan ancaman pemalsuan identitas client lewat IP address spoofing (pemalsuan alamat IP attacker) maupun manipulasi DNS. Selain itu SSH mendukung beberapa protocol enkripsi secret key untuk membantu memastikan privacy dari keseluruhan komunikasi yang dimulai dengan username/password awal.

Program SSH digunakan untuk login dalam suatu mesin (komputer) dari jauh (secara remote) dan mengeksekusi perintah pada mesin tersebut. Program ssh ini mirip dengan telnet, tetapi punya pengendalian terhadap keamanan. Program ssh menyediakan komunikasi aman terenkrip antara dua host yang tidak saling kenal melalui jaringan yang umumnya tidak aman. Dengan alasan keamanan, fungsi program telnet sudah mulai ketinggalan diganti dengan ssh.

fitur-fitur SSH
Protokol SSH menyediakan layanan sebagai berikut:
•    Pada saat awal terjadinya koneksi, client melakukan pengecekan apakah host yang dihubungi sudah terdaftar pada client atau tidak.
•    Client mengirimkan proses autentifikasi ke server menggunakan teknik enkripsi 128 bit.
•    Semua data yang dikirimkan dan diterima menggunakan teknik enkripsi 128 bit sehingga sangat sulit untuk dibaca tanpa mengetahui kode enkripsinya.
•    Client dapat mem-forwared aplikasi Xwindows / XII ke server.

SSH Daemon
Daemon untuk program SSH (secure shell) adalah program SSH daemon (sshd). Daemon merupakan program di server yang biasanya berjalan di belakang layar karena tidak memiliki terminal pengontrol dengan sedikit atau tanpa hubungan lansung dengan pengguna (User Interface). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Cracker untuk memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server). Biasanya daemon bekerja pada waktu yang sangat lama dengan fungsi mendengarkan dan menunggu request dan menjalankan responya berupa proses. Salah satu contohnya adalah apache webserver http web daemon (httpd).

Program sshd adalah daemon yang menunggu koneksi dari klien pada port22. Program ini akan membuat cabang daemon baru untuk tiap koneksi yang datang. Masing-masing daemon menangani secara mandiri pertukaran kunci, enkripsi, autentikasi, eksekusi perintah dan pertukaran data. Penerapan program sshd mendukung protokol SSH versi1 dan versi2 secara serentak.

Cara Kerja SSH Server
Misalkan suatu client mencoba mengakses suatu linux server melalui SSH. SSH daemon  yang berjalan baik pada linux server maupun SSH client telah mempunyai pasangan  public/private key yang masing-masing menjadi identitas SSH bagi keduanya. Langkah-langkah  koneksinya adalah :
Langkah 1 
Client bind pada local port nomor besar melakukan koneksi ke port 22 pada server
Lankah 2
Client dan server setuju untuk menggunakan sesi SSH tertentu
Langkah 3
Client meminta public key dan host key milik server.
Langkah 4
Client dan server menyetujui algoritma enkripsi yang akan dipakai (misalnya TripleDES atau IDEA).
Langkah 5
Client membentuk suatu session key yang didapat dari client dan mengenkripsinya
menggunakan public key milik server.
Langkah 6
Server men-decrypt session key yang didapat dari client, meng-re-encrypt-nya dengan public key milik client, dan mengirimkannya kembali ke client untuk verifikasi.
Langkah 7
Pemakai mengotentikasi dirinya ke server di dalam aliran data terenkripsi dalam session key tersebut. Sampai disini koneksi telah terbentuk dan client dapat bekerja secara interaktif pada server atau mentransfer file ke atau dari server.

sumber :
modul sisop 2012


Kamis, 05 April 2012

teori-teori motivasi

Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) yang diberikan untuk seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).


beberapa indikator motivasi menurut Abin Syamsuddin (2003) di antaranya : (1) durasi kegiatan; (2) frekuensi kegiatan; (3) persistensi pada kegiatan; (4) ketabahan, keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan kesulitan; (5) devosi dan pengorbanan untuk mencapai tujuan; (6) tingkat aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan; (7) tingkat kualifikasi prestasi atau produk (out put) yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan; (8) arah sikap terhadap sasaran kegiatan.


Motivasi merupakan salah satu dari 4 faktor penting yang menentukan perilaku dan performansi individu. Konsekuensinya, motivasi menjadi komponen integral dari pengangkatan pegawai.


tantangan motivasi pegawai

  1. globalisasi, teknologi informasi, restrukturisasi hukum, dan berbagai perubahan lain mengubah hubungan tenega kerja atau pegawai secara dramatis.
  2. perubahan struktur perusahaan dengan meratakan jumlah supervisor untuk mengurangi biaya
  3. banyak pegawai yang tidak tahu bagaimana cara memotivasi diri mereka sendiri.
teori motivasi
  1. teori hirarki kebutuhan maslow
manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu : (1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex; (2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual; (3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs); (4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan (5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

menurut teori ini, seorang individu akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi setelah ia dapat memenuhi kebutuhan yang lebih rendah disebabkan oleh sifat tidak pernah puas yang dimiliki oleh manusia.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa lebih tepat apabila berbagai kebutuhan manusia digolongkan sebagai rangkaian dan bukan sebagai hierarki.
  • Kebutuhan yang satu saat sudah terpenuhi sangat mungkin akan timbul lagi di waktu yang akan datang;
  • Pemuasaan berbagai kebutuhan tertentu, terutama kebutuhan fisik, bisa bergeser dari pendekatan kuantitatif menjadi pendekatan kualitatif dalam pemuasannya.
  • Berbagai kebutuhan tersebut tidak akan mencapai “titik jenuh” dalam arti tibanya suatu kondisi dalam mana seseorang tidak lagi dapat berbuat sesuatu dalam pemenuhan kebutuhan itu.
2. teori kebutuhan belajar
  • need for achievement (nAch)
motivasi setiap orang berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan akan prestasi. orang dengan kebutuhan yang kuat untuk berprestasi ingin mencapai tujuan cukup menantang melalui usaha mereka sendiri. mereka lebih suka bekerja sendiri daripada dengan tim, serta menginginkan feedback yang jelas dan pengakuan terhadap keberhasilannya.
  • need for affiliation (nAff)
orang dengan need for affiliation (nAff) kuat mencoba untuk membuat citra yang dapat menguntungkan diri mereka sendiri untuk meminta persetujuan dari orang lain sesuai dengan keinginan dan harapan mereka dengan menghindari konflik dan konfrontasi.
  • need for power (nPow)
orang dengan need for power ingin melakukan kontrol atas orang lain dan memikirkan tentang bagaiman amempertahankan posisi kepemimpinan mereka.

3. Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG)
Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG” . Akronim “ERG” dalam teori Alderfer merupakan huruf-huruf pertama dari tiga istilah, yaitu : E = Existence (kebutuhan akan eksistensi), R = Relatedness (kebutuhan untuk berhubungan dengan pihak lain), dan G = Growth (kebutuhan akan pertumbuhan)
4.  Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)
Teori Herzberg dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”.
Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang.
Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku.

Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik
5. Teori Keadilan
Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. Artinya, apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai, dua kemungkinan dapat terjadi, yaitu :
  • Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar, atau
  • Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
6. Teori penetapan tujuan (goal setting theory)
7. Teori Victor H. Vroom (Teori Harapan )
Victor H. Vroom, dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation” mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai “ Teori Harapan”. Menurut teori ini, motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan jalan tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya.
8. Teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku
9. Teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi.
Menurut model ini, motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Termasuk pada faktor internal adalah : (a) persepsi seseorang mengenai diri sendiri; (b) harga diri; (c) harapan pribadi; (d) kebutuhaan; (e) keinginan; (f) kepuasan kerja; (g) prestasi kerja yang dihasilkan.
Sedangkan faktor eksternal mempengaruhi motivasi seseorang, antara lain ialah : (a) jenis dan sifat pekerjaan; (b) kelompok kerja dimana seseorang bergabung; (c) organisasi tempat bekerja; (d) situasi lingkungan pada umumnya; (e) sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.
sumber :
Organizational Behavior (McShane-Von Glinow)