Rabu, 24 Oktober 2012

What’s EA?


Jika sistem informasi dan sistem komunikasi pada sebuah organisasi dibangun tidak berdasarkan desain atau rancangan yang jelas pada awal pembangunannya, maka penambahan satu fungsi atau satu sub-sistem pada sistem yang sudah berjalan, akan merusak keharmonisan dari sistem tersebut.
Upaya untuk menghindari terjadinya gangguan pada keharmonisan sistem, pada saat pengembangan sistem tersebut, adalah dengan melakukan perencanaan dari sistem tersebut secara jelas sebelum sistem tersebut dibangun. Perencanaan sistem secara menyeluruh (melingkupi seluruh aspek dalam organisasi) inilah yang dikenal dengan istilah Enterprise Architecture.
Enterprise Architecture menyediakan gambaran yang jelas dan komprehensif mengenai sebuah organisasi – misi, visi, fungsi, tujuan dan sistem-sistem yang mendukung terlaksananya fungsi organisasi. Konsep tentang arsitektur yang menggambarkan sebuah enterprise pertama kali muncul pada pertengahan 1980-an. Sejak saat itu enterprise architecture terus dikembangkan dan disempurnakan oleh berbagai institusi penelitian dan pengembangan.

Architecture

Kata architecture umumnya terkait dengan rancangan sebuah bangunan atau gedung. Ketika kita akan membangun sebuah rumah, kita terlebih dahulu membuat gambar arsitekturnya. Kemudian baru kita melakukan pembangunan dengan berpedoman pada gambar arsitektur tersebut. Konsep pemikiran yang serupa dapat diaplikasikan untuk membangun sistem informasi dan komunikasi dalam sebuah organisasi.
Enterprise architecture merupakan rancang bangun yang sangat penting, karena enterprise architecture bukan saja berkaitan dengan sistem informasi atau komunikasi, tetapi melingkupi seluruh aspek pada organisasi. Oleh karenanya, enterprise architecture bukan milik dan tanggung jawab satu bagian, melainkan milik dan tanggung jawab organisasi secara keseluruhan.
Arsitektur enterprise merupakan satu set spesifikasi model bisnis dan TI yang merefleksikan integrasi enterprise dan kebutuhan standarisasi. Arsitektur enterprise mendefinisikan konteks integrasi bisnis data, informasi, aplikasi, proses, organisasi, teknologi, dan menyelaraskan sumber daya enterprise dengan tujuan enterprise. Arsitektur enterprise meliputi arsitektur bisnis dan arsitektur sistem informasi.
Arsitektur enterprise menyediakan pendekatan sistematis untuk mengelola aset sistem dan informasi serta mengarahkan kebutuhan strategis bisnis. Arsitektur enterprise mendukung pengambilan keputusan strategis dengan membantu mengelola perubahan, menelusuri dampak perubahan organisasi dan bisnis terhadap sistem. Arsitektur enterprise memungkinkan evolusi untuk digunakan dalam mencapai tujuan perusahaan dan dampaknya terhadap fungsi dan proses bisnis.

Enterprise

Enterprise adalah sebuah organisasi besar yang memiliki banyak bagian-bagian (satuan kerja) untuk menjalankan fungsi organisasi. Selanjutnya, antar bagian-bagian tersebut terjadi pertukaran informasi – apakah dalam bentuk laporan tertulis, komunikasi suara, atau bentuk-bentuk lain.

Enterprise Architecture

Sama halnya dengan arsitektur rumah, hasil dari enterprise architecture juga terdiri dari dokumen- dokumen seperti gambar-gambar, diagram, dokumen tekstual, standar-standar atau model. Keseluruhan dokumen tersebut menjelaskan seperti apa sistem informasi dan komunikasi yang diperlukan oleh organisasi.
Selanjutnya, pada saat akan mengembangkan sistem informasi atau komunikasi, enterprise architecture itu dijadikan acuan/pedoman; misalnya untuk memilih alat tertentu, menentukan kemampuan software komputer, dan seterusnya. 

sumber:
kal@ittelkom.ac.id. Enterprise Architecture
Yunis, Roni. Surendro, Kridanto. Panjaitan, Erwin S. Pengembangan Model Arsitektur Enterprise untuk Perguruan Tinggi


togaf


TOGAF (The Open Group Architecture Framework) muncul dengan cepat dan merupakan kerangka kerja serta metode yang dapat diterima secara luas dalam pengembangan arsitektur perusahaan. Berawal dari Technical Architecture for Information Management atau (TAFIM) di Departemen Pertahanan Amerika Serikat, kerangka kerja itu diadopsi oleh Open Group pada pertengahan 1990an. Spesifikasi pertama TOGAF diperkenalkan pada tahun 1995, dan TOGAF 8 (Enterprise Edition) dirilis pada awal 2004. Pada saat ini sudah ada TOGAF 9 yang secara keseluruhan melengkapi versi sebelumnya.
TOGAF memberikan metode yang detil tentang bagaimana membangun dan mengelola serta mengimplementasikan arsitektur enterprise dan sistem informasi yang disebut dengan ADM (Architecture Development Method).

Tujuan dari arsitektur enterprise adalah untuk mengoptimalkan seluruh perusahaan ke lingkungan terpadu yang tanggap terhadap perubahan dan mendukung strategi bisnis. Arsitektur enterprise yang baik memungkinkan kita untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara efisiensi teknologi informasi dan inovasi bisnis. Hal ini memungkinkan unit bisnis individu untuk berinovasi secara aman untuk mengejar keunggulan kompetitif mereka. Keuntungan yang dihasilkan dari arsitektur enterprise yang baik membawa manfaat bisnis yang penting, yang jelas terlihat dalam laporan laba atau rugi bersih dari perusahaan atau organisasi.

sebagai kerangka kerja perancangan arsitektur, TOGAF memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
  • Termasuk dalam 3 kerangka kerja perancangan arsitektur yang paling sering digunakan (Schekkerman, 2003).
  • Merupakan kerangka kerja yang bersifat open-standard.
  • Bersifat netral --> fits all
  • Diterima oleh masyarakat internasional secara luas --> fits all
  • Pendekatannya bersifat menyeluruh (holistic).
  • Dibutuhkan metode yang fleksibel untuk mengintegrasikan unit-unit informasi dan juga sistem informasi dengan platform dan standar yang berbeda-beda. TOGAF mampu untuk melakukan integrasi untuk berbagai sistem yang berbeda-beda
  • TOGAF adalah kerangka kerja umum dan dimaksudkan untuk digunakan dalam berbagai macam lingkungan, ia menyediakan konten kerangka kerja yang fleksibel dan extensible yang mendasari seperangkat pengiriman arsitektur generik.
  • TOGAF cenderung bersifat generik dan fleksibel karena dapat mengantisipasi segala macam artefak yang mungkin muncul dalam proses perancangan (Resource base TOGAF menyediakan banyak material referensi), standarnya diterima secara luas, dan mampu mengatasi perubahan.
  • Fokus pada siklus implementasi (ADM) dan proses --> process driven
Kunci TOGAF adalah metode – TOGAF Architecture Development Method (ADM – Metode Pengembangan Arsitektur) - untuk mengembangkan suatu arsitektur enterprise yang membahas kebutuhan bisnis.
  • TOGAF relatif mudah diimplementasikan --> fits all
  • TOGAF bersifat open source, sehingga bersifat netral terhadap teknologi dari vendor tertentu --> fits all
TOGAF adalah konsorsium vendor-netral dan teknologi netral, yang akan memungkinkan akses ke informasi yang terintegrasi di dalam dan antar perusahaan didasarkan pada standar terbuka dan interoperabilitas global. TOGAF bekerja dengan
pelanggan, pemasok, konsorsium, dan badan standar lainnya. Perannya adalah untuk menangkap, memahami, dan membahas persyaratan saat ini, menetapkan kebijakan, dan berbagi praktik terbaik; untuk memfasilitasi interoperabilitas, mengembangkan konsensus, dan berkembang dan mengintegrasikan spesifikasi dan teknologi Open Source, untuk menawarkan serangkaian layanan yang komprehensif untuk meningkatkan efisiensi operasional konsorsium, dan untuk mengoperasikan sertifikasi utama industri jasa.
  • Memiliki alat-alat bantu (tools) untuk perencanaan dan proses yang lengkap --> providing set of conceptual tools and generic deliverables
ADM menjelaskan bagaimana untuk mendapatkan arsitektur spesifik organisasi perusahaan yang membahas kebutuhan bisnis. ADM merupakan komponen utama dari TOGAF dan memberikan pedoman untuk arsitek pada beberapa tingkatan:
  • menyediakan sejumlah fase pengembangan arsitektur (Arsitektur Bisnis, Arsitektur Sistem Informasi, Arsitektur Teknologi) dalam satu siklus, sebagai template keseluruhan proses untuk kegiatan pengembangan arsitektur.
  • memberikan narasi dari masing-masing fase arsitektur, menggambarkan fase dalam hal tujuan, pendekatan, masukan, langkah, dan output. Bagian input dan output memberikan definisi struktur dan pengiriman konten arsitektur
  • Menyediakan lintas-fase ringkasan yang mencakup persyaratan manajemen

    sumber:
    http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/126779-T-849-Perancangan%20infrastruktur-%20Literature.pdf 
    http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/33548/4/Chapter%20II.pdf 

    kal@ittelkom.ac.id. Enterprise Architecture

    Yunis, Roni. Surendro, Kridanto. Panjaitan, Erwin S. Pengembangan Model Arsitektur Enterprise untuk Perguruan Tinggi

Selasa, 05 Juni 2012

ekonomi syariah


Hakikat dan Ruang Lingkup EI
  1. Ilmu Ekonomi Islam adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam.
  2. Ilmu Ekonomi Modern adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari manusia sebagai hubungan antara tujuan dan sarana langka yang memiliki kegunaan-kegunaan alternatif (Prof. Robin).
    Sumber EI : Al-Qur’an, 2. Al-Hadits, 3. Ijma’, 4. Qiyas, dan Prinsip-prinsip hukum lainnya.
    Faham-faham Ekonomi:
  1. Faham Materialisme; menempatkan materi di atas segalanya, memandang materi sebagai satu-satunya faktor kebahagiaan hidup. Akibatnya, mengabaikan nilai-nilai non material, sep. kasih sayang, persaudaraan, tolong menolong dsb.nya.
  2. Faham Konsumerisme; menganggap bahwa kebahagiaan hanya dapat dicapai dengan uang, tidak jadi soal dari mana uang tersebut. Hal ini menumbuhkembangkan sifat menghalalkan segala cara, menempatkan uang seb. Tuhannya. Akibatnya, KKN meraja lela.
  3. Faham Sekulerisme; membeda-bedakan antara urusan dunia dan agama. Mis. Shalat itu ketika di masjid, agama itu urusan pribadi dengan Tuhan. Jangan membawa keimanan ke tempat kerja.
 perbedaan ekonomi Islam dengan ekonomi konvensional

Ekonomi Islam
Ekonomi Konvensional
Konsisten dengan prinsip-prinsip Islam, sukses dunia akhirat
Mengabaikan moral dan etika dalam pembelanjaan, waktu terbatas di dunia saja
Bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah
Berdasarkan pada hal-hal yang bersifat positivistik
Menekankan pada konsep need
Kurang megarahkan want dan need
Keseimbangan antara konsumen dan produsen
Semata-mata mengutamakan keuntungan


Sabtu, 02 Juni 2012

teori probabilitas


Dalam kehidupan sehari-hari sulit untuk mengetahui dengan “pasti” apa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sebuah contoh sederhana adalah jika sebuah koin dilempar, maka akan sulit untuk memastikan bahwa muka gambar atau muka angka yang berada di atas. Jika terkait dengan suatu perusahaan, maka akan sulit untuk memprediksikan apakah tahun depan akan mengalami keuntungan atau kerugian. Jika terkait dengan suatu ujian, juga akan sulit untuk memastikan apakah lulus atau gagal dan lain sebagainya. Semua peristiwa tersebut berada dalam “ketidakpastian” atau Uncertainty. Dengan demikian, peluang atau kebolehjadian atau dikenal juga sebagai probabilitas merupakan “derajat kepastian” untuk terjadinya suatu peristiwa yang diukur dengan angka pecahan antara nol sampai dengan satu, di mana peristiwa tersebut terjadi secara acak atau random. Konsep ini telah dirumuskan dengan lebih ketat dalam matematika dan digunakan secara lebih luas tidak hanya dalam matematika atau statistika tapi juga keuangan, sains, dan filsafat. Dengan konsep probabilitas tersebut, maka akan dapat diusahakan untuk menarik kesimpulan tentang karakteristik dari populasi dengan menggunakan data sampel. Proses penarikan kesimpulan populasi atas dasar data sampel sering disebut dengan “induktif”.

Kejadian yang mempunyai nilai probabilitas 1 adalah kejadian yang pasti terjadi atau sesuatu yang telah terjadi. misalnya matahari yang masih terbit di timur sampai sekarang. sedangkan suatu kejadian mempunyai nilai probabilitas 0 adalah kejadian yang mustahil atau tidak mungkin terjadi. misalnya seekor kambing yang melahirkan seekor sapi.

Probabilitas/Peluang suatu kejadian A terjadi dilambangkan dengan notasi P(A), p(A), atau Pr(A). Sebaliknya, probabilitas [bukan A] atau komplemen A, atau probabilitas suatu kejadian A tidak akan terjadi, adalah 1-P(A). Sebagai contoh, peluang untuk tidak munculnya mata dadu enam bila sebuah dadu bersisi enam digulirkan adalah 1-1/6=5/6

Dengan menggunakan konsep probalilitas, maka dapat diusahakan untuk menjawab peristiwa-peristiwa yang belum dapat dipastikan. Misalnya terkait dengan teori permintaan, jika harga suatu barang dinaikkan sebesar Rp. 500,00, maka permintaan terhadap barang tersebut dapat turun sebesar 20 unit, atau 25 unit, atau 30 unit dan lainnya. Jika sebuah dadu dilempar satu kali, maka muka yang tampak dapat mata 1, mata 2, mata 3, mata 4, mata 5 atau mata 6. Untuk menjawab peristiwa tersebut hanya dapat dilakukan dengan derajat kepastian, yaitu mulai sebesar nol sampai dengan satu (0 <= probabilitas <= 1). 

contoh soal teori probablitas dapat didownload di exercise 1 dan excercise 2

Selasa, 29 Mei 2012

RIP


  1. APA ITU RIP ?
protokol routing dinamik yang berbasis distance vector, digunakan sejak tahun 1970-an. digunakan dalam jaringan berbasis lokal dan luas
Ciri – ciri :
  • menggunakan Protokol udp pada port 520 untuk mengirimkan informasi routing antar router.
  • menghitung routing terbaik berdasarkan perhitungan hop.
  • membutuhkan waktu untuk melakukan converge.
  • membutuhkan power cpu yang rendah dan memory yang kecil daripada protokol lain
  • menggunakan classful routing ( /8, /16, /24 ), tidak dapat mengatur classless routing.
  • Biasanya menggunakan sebuah algoritma routing di mana setiap router secara periodik mengirimkan update routing kepada semua tetangga (neighbor) dengan cara mem-broadcast seluruh isi tabel routing.
Ada tiga versi dari Routing Information Protocol: ripv1, ripv2, dan ripng.
a. RIP V1
Spesifikasi asli RIP, didefinisikan dalam RFC 1058, menggunakan jumlah hop sebagai ukuran metric. Artinya jika ada dua router antara si router dengan subnet yang dituju, maka metric nya adalah 2 untuk subnet tersebut. Update routing periodik tidak membawa informasi subnet dan kurang dukungan untuk variable length subnet mask (VLSM). Keterbatasan ini tidak memungkinkan untuk memiliki subnet berukuran berbeda dalam kelas jaringan yang sama. Dengan kata lain, semua subnet dalam kelas jaringan harus memiliki ukuran yang sama. tidak ada dukungan untuk router otentikasi, membuat RIP rentan terhadap berbagai serangan.
Karakteristik RIPv1:
-          merupakan distance vector routing protocol
-          classful routing protocol
-          max hop count:15. 16 -> unreachable
-          periodic update: 30s
-          update dikirim secara broadcast(255.255.255.255)
-          mendukung equal cost load balancing. Secara default adalah 4 path, sedang max path: 6
-          menjalankan auto-summary secara default
-          paket yang dikirim berjenis UDP dengan nomor port 520
-          bisa mengirimkan paket update RIPv1 dan menerima paket update RIPv1 & v2
-          AD: 120
-          Pada proses update semua table routing table akan di kirimkan ke router Neighbors
Pada saat instalasi, router-router yang menjalankan RIP akan membroadcast paket request kepada router lain yang isinya adalah meminta network-network yang dimiliki router lain. Router lain yang menerima paket request akan mengirimkan respon. Setelah itu mereka baru bertukar-tukaran info network yang dimiliki.
untuk mengaktifkan RIP:
config# router rip
untuk menyertakan directly connected network mana saja yang akan disebar:
config-router# network {classful-network-address | network-address}
b. RIP V2
Merupakan pengembangan dari RIPv1 karena RIPv1 dirasakan tidak cukup memenuhi kebutuhan untuk jaringan komputer yang semakin banyak dan berkembang pesat. RIP versi 2 tetap mempertahankan fitur yang digunakan oleh RIP versi 1 tetapi RIP versi 2 sudah menggunakan protokol classless dan mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask). Ini termasuk kemampuan untuk membawa informasi subnet, sehingga mendukung Classless Inter-Domain Routing (CIDR). Untuk menjaga kompatibilitas, maka batas hop tetap 15. Ripv2 memiliki fasilitas untuk sepenuhnya beroperasi dengan spesifikasi awal. Perbedaannya adalah RIPV2 tidak bisa menerima update dari RIPV1.
c. RIPng
Ripng (RIP generasi berikutnya), yang didefinisikan dalam RFC 2080, adalah perluasan dari ripv2 untuk mendukung ipv6, generasi berikutnya Internet Protocol.
Batasan.
  • Hop count tidak dapat melebihi 15, jika melebihi akan dianggap tidak sah.
  • Sebagian besar jaringan RIP datar. Tidak ada konsep wilayah atau batas-batas dalam jaringan RIP.
  • Variabel Length Subnet Masks tidak didukung oleh RIP version 1.
  • RIP memiliki konvergensi lambat dan menghitung sampai tak terhingga masalah
  1. PERBEDAAN, KELEBIHAN RIPv1 DAN RIPv2
Perbedaan
RIPv1
RIPv2
Protokol classfull Distance Vector, yaitu tidak semua kelas bisa diroutingkan, hanya kelas tertentu saja yang dikirimkan
Protokol classless, yaitu protokol routing yang mendukung routing untuk semua kelas.
Belum mendukung VLSM, tidak mengirimkan subnet mask pada update table routing.
VLSM (Variabel Length Subnet Mask), fitur untuk mendukung pengiriman subnet mask pada update tabel routing, sehingga proses routing menjadi lebih tepat.
  • Update routing tiap 30 detik dengan broadcast 255.255.255.255.
  • Waktu konvergen biasanya tiap 3-5 menit
Menggunakan update routing multicast dengan IP Multicast 224.0.0.9, daripada harus routing untuk seluruh jaringan 255.255.255.255, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk routing menjadi lebih cepat.
Metric menggunakan jumlah hop
Menyertakan ip address hop router berikutnya pada tabel routingnya.
Tidak dapat menggunakan autentifikasi
Dapat diberi autentifikasi antar router, dengan member password pada setiap router yang saling berhubungan.

Kelebihan
RIPv1 :
  • RIPv1 dapat digunakan untuk protokol classfull, jika terdapat pada jaringan dengan skala kecil.
  • Sumber daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar.
RIPv2 :
  • RIP v2 dapat digunakan untuk protokol classless, untuk semua kelas.
  • Pengiriman informasi routing lebih tepat karena menyertakan subnet mask saat update tabel routing.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk update routing lebih cepat karena tidak semua jaringan 255.255.255.255 di-broadcast.
  • Autentifikasi dapat memberikan keamanan pada router saat update routing, dengan memberikan ijin berkomunikasi dengan router-router tertentu menggunkan password.
Jadi intinya pada RIPv1 tidak memandang subnet, tetapi memandang class. RIPv1 tidak dapat berkomunikasi dengan RIPv2 karena RIPv2 hanya memandang subnet dan RIPv2 tidak dapat berkomunikasi dengan Network yang di luar subnetnya.

Minggu, 27 Mei 2012

let u go (cold hearted man) - trax


ROMANIZATION
Hayahke heuryeo jin geurim sok chu eoge chaekjang soguri geujeo suchyeohan annyeong
Dorawa kkeutnae mal mothago shigan teumsaero heulleo jeomjeom meoreojin gieok

Myeot beone gyejeol jina majuhan du nun dongja amu maldo mothago
Gaseumi chagaun namjaga ureoyo
Ibyeore mojildeon geunyeodo uneyo
Baraejin chu eogyuri jogage
Bein sangcheo heunjeokman nama chora haneyo

Parahke jillyeo beorin haneul geudeo beorin ibsul ulkeok geuripda neore chigo
Miryeone eongkin inyeone kkeun chama pulji mothago dashi mudeo duneyo

Meok meokhan gaseumi chamji mothago dallyeo meoreojin ni deung dwiro
Gaseumi chagaun namjaga ureoyo
Ibyeore mojildeon geunyeodo uneyo
Baraejin chu eogyuri jogage
Bein sangcheo heunjeokman nama meo mulleo itneun geol
Oh stay, stay again, oh stay, stay again

Gaseumi chagaun namjaga ureoyo
Ibyeore mojildeon geunyeodo uneyo
Baraejin chu eogyuri jogage
Kkeunkin nunmul soge shiganeul dashi mukkeo dulge too tired, too tired

Moreujyo ibyeolhan namjaye nunmul
Mot gyeondige neol maemdol deon jichin hansumdo
Jidokhan geurium mok joreudeon
Eongkin uri dure chu eogeul seulpeun haneure bonae julge



Tranlations to English
Within the whitely faded picture,
Atop the bookshelf of memory,
We were just faintly exchanging helloes
Comeback, but to the end I still couldn’t say it
And as the time flies by
The memory fades away

Many seasons passed
And as we meet face to face
I still couldn’t say it

The coldhearted man is crying
At our parting, even she’s crying
All that’s left are cuts
From the faded memory-window fragments

The pure blue sky
The rigid lips cry
As I shout how much I miss you
The string of fate tangled at lingering feelings
Remains tangled
Then it buries itself once again

The suffering heart couldn’t hold back any longer
And it’s chasing after your distant figure

The coldhearted man is crying
At our parting, even she’s crying
All that’s left are cuts
From the faded memory-window fragments
Oh Stay~ stay again (oh stay~ stay again)

The coldhearted man is crying
At our parting, even she’s crying
The time within tears cut apart
From the faded memory-window fragments
I’ll tie them together once again
To tie, to tie

You wouldn’t know, the tears of broken boy
The tired sighs circling around you, so you can’t stand it
I will send our tangled memories
That has been tightening around the throat venomously, to the saddened sky


http://wn.com/Let_You_Go_Trax_album_ 
http://sujuindonesia.wordpress.com/2010/01/21/kim-heechul-fx-victoria-akan-tampil-di-mv-baru-the-trax-let-you-go/ 
http://kpopaholic.wordpress.com/category/artists/trax-artists/page/2/

Minggu, 22 April 2012

menjaga lisan


Lisan (lidah) memang tak bertulang, sekali kita gerakkan sulit untuk kembali pada posisi semula. Demikian berbahayanya lisan, hingga Allah dan Rasul-Nya mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menggunakannya.
Allah Swt telah memerintahkan kita semua untuk berkata yang benar, seperti tertulis dalam firmanNya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70)

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Allah yang dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh dalam neraka Jahannam.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6092)

Rasulullah bersabda:“Sesungguhnya seorang hamba apabila berbicara dengan satu kalimat yang tidak benar (baik atau buruk), hal itu menggelincirkan dia ke dalam neraka yang lebih jauh antara timur dan barat.” (Shahih, HR. Al-Bukhari No. 6091 dan Muslim No. 6988 dari Abu Hurairah)

Rasulullah bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari hadits no. 6089 dan Al-Imam Muslim hadits no. 46 dari Abu Hurairah)

manfaat menjaga lisan menurut hadits
  • Akan mendapat keutamaan dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6090 dan Muslim no. 48)
  • Dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah ketika ditanya tentang orang yang paling utama dari orang-orang Islam, beliau menjawab: “(Orang Islam yang paling utama adalah) orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 11 dan Muslim no. 42)
  • Mendapat jaminan dari Rasulullah Saw untuk masuk ke surga. Rasulullah Saw bersabda dalam hadits dari Sahl bin Sa’d: “Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga).” (HR. Al-Bukhari no. 6088)
  • Dalam riwayat Al-Imam At-Tirmidzi no. 2411 dan Ibnu Hibban no. 2546, dari shahabat Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang dijaga oleh Allah dari kejahatan apa yang ada di antara dua rahangnya dan kejahatan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka dia akan masuk surga.”
  • Allah akan mengangkat derajat-Nya dan memberikan ridha-Nya kepadanya. Rasulullah bersabda dalam hadits dari Abu Hurairah: “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari apa yang diridhai Allah yang dia tidak menganggapnya (bernilai) ternyata Allah mengangkat derajatnya karenanya.” (HR. Al-Bukhari no. 6092)
  • Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda. “Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga pula. Allah meridhai kalian bila kalian hanya menyembah Allah semata dan tidak mempersekutukannya serta berpegang teguh pada tali (agama) Allah seluruhnya dan janganlah kalian berpecah belah. Dan Allah membenci kalian bila kalian suka qila wa qala (berkata tanpa berdasar), banyak bertanya (yang tidak berfaedah) serta menyia-nyiakan harta” (HR. Muslim hadits no. 1715.)
  • Dalam riwayat Al-Imam Malik, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali dalam Bahjatun Nazhirin (3/11), dari shahabat Bilal bin Al-Harits Al-Muzani bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhai oleh Allah dan dia tidak menyangka akan sampai kepada apa (yang ditentukan oleh Allah), lalu Allah mencatat keridhaan baginya pada hari dia berjumpa dengan Allah.”
Pada berbagai pertemuan, seringkali kita mendapati pembicaraan berupa gunjingan (ghibah), mengadu domba (namimah) atau maksiat lainnya. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang hal tersebut. Allah menggambarkan ghibah dengan suatu yang amat kotor dan menjijikkan. Alloh berfirman yang artinya, “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik dengannya.” (Al-Hujurat: 12)
Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan makna ghibah (menggunjing) ini. Beliau bersabda,“Tahukah kalian apakah ghibah itu?” Mereka menjawab, “Alloh dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui” Beliau bersabda, “Engkau mengabarkan tentang saudaramu dengan sesuatu yang dibencinya.” Beliau ditanya,“Bagaimana jika yang aku katakan itu memang terdapat pada saudaraku?” Beliau menjawab, “Jika apa yang kamu katakan terdapat pada saudaramu, maka engkau telah menggunjingnya (melakukan ghibah) dan jika ia tidak terdapat padanya maka engkau telah berdusta atasnya.” (HR. Muslim)
Jadi, ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, baik tentang agama, kekayaan, akhlak, atau bentuk lahiriyahnya, sedang ia tidak suka jika hal itu disebutkan, dengan membeberkan aib, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok. Banyak orang meremehkan masalah ghibah, padahal dalam pandangan Alloh ia adalah sesuatu yang keji dan kotor. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Riba itu ada tujuh puluh dua pintu, yang paling ringan daripadanya sama dengan seorang laki-laki yang menyetubuhi ibunya (sendiri), dan riba yang paling berat adalah pergunjingan seorang laki-laki atas kehormatan saudaranya.” (As-Silsilah As-Shahihah, 1871)
Wajib bagi orang yang hadir dalam majelis yang sedang menggunjing orang lain, untuk mencegah kemunkaran dan membela saudaranya yang dipergunjingkan. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam sangat menganjurkan hal itu, sebagaimana dalam sabdanya, “Barangsiapa membela (ghibah atas) kehormatan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Alloh akan menghindarkan api Neraka dari wajahnya.” (HR. Ahmad)
Demikian pula halnya dalam mengadu domba (namimah). Mengadukan ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara keduanya adalah salah satu faktor yang menyebabkan terputusnya ikatan, serta menyulut api kebencian dan permusuhan antar manusia. Allah mencela pelaku perbuatan tersebut dalam firmanNya, “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kesana kemari menghambur fitnah.” (Al-Qalam: 10-11). Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallambersabda, “Tidak akan masuk surga al-qattat (tukang adu domba).” (HR. Bukhari). Ibnu Atsir menjelaskan, “Al-Qattat adalah orang yang menguping (mencuri dengar pembicaraan), tanpa sepengetahuan mereka, lalu ia membawa pembicaraan tersebut kepada orang lain dengan tujuan mengadu domba.” (An-Nihayah 4/11)
Oleh karena itu ada beberapa hal penting perlu kita perhatikan dalam menjaga lisan. Pertama, hendaknya pembicaraan kita selalu diarahkan ke dalam kebaikan. Alloh Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (An-Nisa: 114)
Kedua, tidak membicarakan sesuatu yang tidak berguna bagi diri kita maupun orang lain yang akan mendengarkan. Rosululloh shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Termasuk kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Ketiga, tidak membicarakan semua yang kita dengar. Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu berkata, Rosulullohshollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.” (HR. Muslim)
Keempat, menghindari perdebatan dan saling membantah, sekali-pun kita berada di pihak yang benar dan menjauhi perkataan dusta sekalipun bercanda. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda.” (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Al-Albani)
Kelima, Tenang dalam berbicara dan tidak tergesa-gesa. Aisyah rodhiallohu ‘anha berkata, “Sesungguhnya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam apabila membicarakan suatu hal, dan ada orang yang mau menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya” (HR. Bukhari-Muslim). Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menjaga diri kita, sehingga diri kita senantiasa berada dalam kebaikan.
Keutamaan Menjaga Lisan
1. Anas bin Malik : “Segala sesuatu akan bermanfaat dengan kadar lebihnya, kecuali perkataan. Sesungguhnya berlebihnya perkataan akan membahayakan.”
2. Abu Ad-Darda’ : “Tidak ada kebaikan dalam hidup ini kecuali salah satu dari dua orang yaitu orang yang diam namun berpikir atau orang yang berbicara dengan ilmu.”
3. Al-Fudhail : “Dua perkara yang akan bisa mengeraskan hati seseorang adalah banyak berbicara dan banyak makan.”
4. Sufyan Ats-Tsauri : “Awal ibadah adalah diam, kemudian menuntut ilmu, kemudian mengamalkannya, kemudian menghafalnya lantas menyebarkannya.”
5. Al-Ahnaf bin Qais : “Diam akan menjaga seseorang dari kesalahan lafadz (ucapan), memelihara dari penyelewangan dalam pembicaraan, dan menyelamatkan dari pembicaraan yang tidak berguna, serta memberikan kewibawaan terhadap dirinya.”
6. Abu Hatim : “Lisan orang yang berakal berada di belakang hatinya. Bila dia ingin berbicara, dia mengembalikan ke hatinya terlebih dulu, jika terdapat (maslahat) baginya maka dia akan berbicara. Dan bila tidak ada (maslahat) dia tidak (berbicara). Adapun orang yang jahil (bodoh), hatinya berada di ujung lisannya sehingga apa saja yang menyentuh lisannya dia akan (cepat) berbicara. Seseorang tidak (dianggap) mengetahui agamanya hingga dia mengetahui lisannya.”
7. Yahya bin ‘Uqbah: “Aku mendengar Ibnu Mas’ud berkata: ‘Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar selain-Nya, tidak ada sesuatu yang lebih pantas untuk lama dipenjarakan dari pada lisan.”
8. Mu’arrifh Al-‘Ijli : “Ada satu hal yang aku terus mencarinya semenjak 10 tahun dan aku tidak berhenti untuk mencarinya.” Seseorang bertanya kepadanya: “Apakah itu wahai Abu Al-Mu’tamir?” Mua’arrif menjawab: “Diam dari segala hal yang tidak berfaidah bagiku.”
Buah Menjaga Lisan
Menjaga lisan jelas akan memberikan banyak manfaat. Di antaranya:
1. Akan mendapat keutamaan dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Abu Hurairah Rad. meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6090 dan Muslim no. 48)
2. Akan menjadi orang yang memiliki kedudukan dalam agamanya.
Dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ketika ditanya tentang orang yang paling utama dari orang-orang Islam, beliau menjawab:
“(Orang Islam yang paling utama adalah) orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 11 dan Muslim no. 42)
Asy-Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali mengatakan: “Hadits ini menjelaskan larangan mengganggu orang Islam baik dengan perkataan ataupun perbuatan.” (Bahjatun Nazhirin, 3/8)
3. Mendapat jaminan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam untuk masuk ke surga.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam hadits dari Sahl bin Sa’d :
Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga).” (HR. Al-Bukhari no. 6088)
Dalam riwayat Al-Imam At-Tirmidzi no. 2411 dan Ibnu Hibban no. 2546, dari shahabat Abu Hurairah Rad. , Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Barangsiapa yang dijaga oleh Allah dari kejahatan apa yang ada di antara dua rahangnya dan kejahatan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka dia akan masuk surga.”
4. Allah akan mengangkat derajat-Nya dan memberikan ridha-Nya kepadanya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam hadits dari Abu Hurairah Rad. :
Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari apa yang diridhai Allah yang dia tidak menganggapnya (bernilai) ternyata Allah mengangkat derajatnya karenanya.” (HR. Al-Bukhari no. 6092)
Dalam riwayat Al-Imam Malik, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali dalam Bahjatun Nazhirin (3/11), dari shahabat Bilal bin Al-Harits Al-Muzani bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhai oleh Allah dan dia tidak menyangka akan sampai kepada apa (yang ditentukan oleh Allah), lalu Allah mencatat keridhaan baginya pada hari dia berjumpa dengan Allah.”
Karena itu, marilah kita berpikir terlebih dahulu, atas segala sesuatu yang mau kita katakan. Jika sekiranya apa yang akan kita katakan tidak akan membawa mudharat, maka silahkan kita berbicara. Akan tetapi, jika kita perkirakan perkataan kita itu akan membawa mudharat atau ragu apakah membawa mudharat atau tidak, maka sebaiknya kita tidak usah berbicara.
Demikianlah beberapa keutamaan menjaga lisan. Semoga kita diberi kemampuan oleh Allah untuk melaksanakan perintah-Nya dan perintah Rasul-Nya dan diberi kemampuan untuk mengejar keutamaan tersebut. Wallahu a’lam.
sumber :